Home News Hendra Budian: Lapangan Minyak Rantau Pertamina EP Milik Aceh
News

Hendra Budian: Lapangan Minyak Rantau Pertamina EP Milik Aceh

Share
Hendra Budian ajukan gugatan ke Mahkamah Partai
Hendra Budian. Foto: Ist
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Wakil Ketua DPR Aceh, Hendra Budian menyebutkan, lapangan minyak rantau Kuala Simpang, Aceh Tamiang harus diambil alih oleh Pemerintah Aceh melalui Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA).

Hendra menjelaskan, lapangan minyak rantau Kuala Simpang itu pertama kali dibor pada tahun 1928 oleh perusahaan Belanda yaitu BPM (Baatafsche Petroleum Maatscappij), pada masa itu telah dibor 173 sumur dilapangan tersebut.

Baca: ‘BPMA Harus Menjembatani Kepentingan Aceh dengan Pemerintah Pusat’

Kemudian, pada tahun 2005, BP Migas dan PT Pertamina  menandatangani kontrak kerjasama dalam bentuk kontrak minyak dan gas bumi Pertamina dengan masa berlaku kontrak selama 30 tahun.

Dimana di dalamnya, kata dia termasuk Wilayah Kerja Rantau. Saat ini Wilayah Kerja Rantau dikelola oleh Pertamina EP Asset 1 dengan kisaran produksi minyak perhari mencapai 3000-an bopd (barrel oil perday).

Baca: SKK Migas Sepakat Transisi Blok B dengan Pemerintah Aceh

Dengan kontrak tersebut Wilayah Kerja Rantau ini masih dalam pengelolaan/pengawasan SKK Migas (pengganti BP Migas) sedangkan berdasarkan UU No 11 Tahun 2006 Tentang Pemerintahan  Aceh pada pasal 160 ayat (1) dan (2) disebutkan bahwa, ‘Pemerintah dan Pemerintah Aceh melakukan pengelolaan bersama sumber daya alam minyak dan gas bumi yang berada di darat dan laut di wilayah kewenangan Aceh’

Selanjutnya pada tanggal 5 Mei 2015 telah diundangankan Peraturan Pemerintah Nomor 23 Tahun 2015 Tentang Pengelolaan Bersama Sumber Daya Alam Minyak dan Gas Bumi di Aceh (PP 23/2015), berdasarkan UU dan Peraturan Pemerintah tersebut dibentuklah  BPMA (Badan Pengelola Migas Aceh).

Dengan adanya BPMA, lanjut dia sudah saatnya pengelolaan/pengawasan Wilayah Kerja Rantau diserahkan kewenangannya kepada Aceh kembali.

“Kami berharap BPMA segera dapat menarik Wilayah Kerja Rantau dalam kewenangan Aceh sehingga lapangan minyak ini dapat memberikan manfaat yang lebih besar lagi kepada rakyat Aceh khususnya masyarakat Aceh Tamiang,” katanya melalui pesan tertulis yang diterima, Minggu, 15 Desember 2019. (DRA/ril)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Polres Pidie Jaya gagalkan pengangkutan ilegal 290 liter solar subsidi

POPULARITAS.COM – Tim Satuan Reserse Kriminal Polres Pidie Jaya, menggagalkan pengangkutan ilegal...

InternasionalNews

Sengketa Hak Asuh Hewan Peliharaan Meningkat di China

POPULARITAS.COM – Sengketa hak asuh hewan peliharaan semakin menjadi perhatian di China,...

News

Hadiri Evaluasi PUG, Pj. Sekda Aceh Dorong Pembangunan Responsif Gender

POPULARITAS.COM – Pejabat (Pj.) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, menghadiri Acara Verifikasi...

News

Pj Sekda Aceh Sampaikan Nota Keuangan dan Rancangan APBA 2027 dalam Rapat Paripurna DPRA

POPULARITAS.COM  — Penjabat Sekretaris Daerah Aceh, Taufik, mewakili Gubernur Aceh Muzakir Manaf...

Exit mobile version