POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Sultan Iskandar Muda mengingatkan hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang masih berpotensi terjadi di sejumlah wilayah Aceh.
Prakirawan cuaca BMKG, Dedi, mengatakan kondisi tersebut dipengaruhi oleh aktifnya Madden-Julian Oscillation (MJO) alias belokan angin dan konvergensi, serta suhu muka laut yang hangat di perairan barat dan timur Aceh.
“Kondisi ini meningkatkan potensi penguapan dan pembentukan awan hujan di wilayah Aceh,” ujar Dedi, Sabtu, (2/5/2026).
Pada 2 Mei 2026, wilayah yang berpotensi diguyur hujan meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Selatan, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Pidie Jaya, dan Nagan Raya. Selanjutnya pada 3 Mei 2026, potensi hujan meluas ke Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Subulussalam, Simeulue, dan Bener Meriah.
Sementara pada 4 Mei 2026, wilayah terdampak meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, Aceh Selatan, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Gayo Lues, Pidie, Subulussalam, dan Simeulue,” sebutnya.
Selain potensi hujan, pihaknya juga mendeteksi sebanyak sembilan titik panas (hotspot) di wilayah Aceh berdasarkan pantauan satelit Terra, Aqua, SNPP, dan NOAA20/VIIRS dengan tingkat kepercayaan menengah. Dua titik panas tersebut antara lain berada di Kabupaten Aceh Tamiang, masing-masing di Kecamatan Bandar Pusaka dan Sekerak.
Sementara tiga titik panas terdeteksi di Kabupaten Aceh Timur, yakni di Kecamatan Banda Alam serta dua titik di Pante Bidari. Kemudian dua titik lainnya berada di Kabupaten Aceh Utara di Kecamatan Langkahan.
Selanjutnya dua titik panas juga terpantau di Kota Lhokseumawe, tepatnya di Kecamatan Muara Satu.
Dedi juga menyebutkan tinggi gelombang laut di perairan Aceh berkisar 1,25 hingga 2,5 meter berpeluang terjadi di sejumlah wilayah perairan, meliputi perairan Aceh Besar hingga Meulaboh, perairan selatan Simeulue, perairan Aceh Singkil dan Pulau Banyak, perairan Aceh Barat Daya hingga Simeulue, serta perairan Sabang–Banda Aceh.
“Pola angin di perairan Aceh umumnya bergerak dari barat daya hingga timur laut dengan kecepatan berkisar 2 hingga 23 knot. Kecepatan angin tertinggi terpantau di perairan Sabang–Banda Aceh dan Aceh Besar hingga Meulaboh,” ucapnya.
Ia mengingatkan adanya risiko terhadap keselamatan pelayaran. Perahu nelayan berisiko jika kecepatan angin mencapai 15 knot dengan tinggi gelombang 1,25 meter, sementara kapal tongkang berisiko pada kecepatan angin 16 knot dengan gelombang mencapai 1,5 meter

Leave a comment