POPULARITAS.COM – Satgas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (PRR) Pascabencana Sumatera mengatakan 71 lokasi sudah siap untuk dibangun hunian tetap (huntap) bagi para penyintas banjir bandang dan longsor di Aceh. Lokasinya tersebar di kabupaten yang terkena bencana pada akhir November 2025.
Kepala Pos Komando Wilayah PRR Aceh, Safrizal ZA mengatakan ada 108 titik lokasi yang diusulkan oleh pemerintah kabupaten dan kota di Aceh dengan kebutuhan huntap mencapai 17.541 unit rumah bagi kepala keluarga terdampak. Luas lahan yang disiapkan mencapai 491,06 hektare, berasal dari lahan pemerintah, masyarakat, hingga area hak guna usaha (HGU).
“Kami melaporkan bahwa dari total 108 titik lokasi yang diusulkan, sebanyak 71 lokasi atau sekitar 65% sudah berstatus siap bangun,” ujar Safrizal ZA, Selasa (5/5/2026).
Ia memberikan apresiasi kepada sejumlah daerah yang telah menuntaskan kesiapan lahannya secara penuh. Beberapa wilayah, seperti Bener Meriah (10 lokasi), Aceh Timur (sembilan lokasi), dan Aceh Tengah (enam lokasi) tercatat telah memiliki status lahan yang clear dan siap untuk memulai tahap konstruksi.
sementara itu, Aceh Tamiang menjadi daerah dengan jumlah lokasi siap bangun terbanyak, yakni 37 titik lokasi, meski wilayah tersebut memikul beban usulan terbesar dengan total 9.965 keluarga.
Meskipun mayoritas menunjukkan progres positif, Safrizal memberikan catatan khusus bagi daerah yang masih terkendala administrasi maupun sengketa lahan. Saat ini masih terdapat 34 lokasi berstatus “kuning” atau sedang dalam tahap negosiasi/pengukuran dan tiga lokasi berstatus “merah” atau lahan bermasalah.
“Saya mendorong dengan tegas kepada pemerintah daerah yang wilayahnya masih berstatus kuning, terutama Gayo Lues dengan 26 lokasi dan Subulussalam dengan empat lokasi, agar segera menuntaskan proses negosiasi lahan,” tegas Safrizal.
Menurut data Posko PRR Wilayah Aceh, kendala utama di Gayo Lues adalah terkait belum adanya biaya pembebasan lahan milik masyarakat. Selain itu, Safrizal juga meminta atensi khusus untuk tiga lokasi lahan bermasalah di Aceh Tamiang agar tidak menghambat distribusi bantuan kepada warga.
“Percepatan ini bukan sekadar mengejar target angka, tetapi soal memastikan warga terdampak bisa segera kembali memiliki rumah yang aman dan nyaman. Masalah pembebasan lahan jangan sampai menjadi penghambat hak masyarakat,” pungkasnya.
Posko Wilayah PRR Aceh juga masih menunggu usulan dari Kabupaten Aceh Utara, Aceh Selatan, dan Aceh Barat yang hingga saat ini datanya belum diterima. Sedangkan Nagan Raya dan Aceh Singkil secara resmi melaporkan tidak mengusulkan pembangunan huntap komunal.

Leave a comment