Home News IDI Aceh: Ada Nakes Takut Divaksin Gara-gara Hoaks di Medsos
News

IDI Aceh: Ada Nakes Takut Divaksin Gara-gara Hoaks di Medsos

Share
Alasan Vaksin Covid-19 Prioritas Usia Produktif
Tenaga kesehatan menyiapkan vaksin saat simulasi vaksinasi COVID-19 di RS Islam, Jemursari, Surabaya, Jawa Timur, Jumat (18/12/2020). (Foto: ANTARA FOTO/Moch Asim/rwa)
Share

POPULARITAS.COM – Ketua Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh, Safrizal Rahman mengungkapkan bahwa masih ada beberapa tenaga kesehatan (nakes) takut divaksin Covid-19 karena terpengaruh hoaks yang beredar di berbagai jejaring media sosial (medsos).

“Saya menanyakan kepada beberapa petugas kesehatan lain, terkadang mereka tidak mau divaksin karena hanya mendengar (informasi dari) media sosial. Jadi yang terbayang pada mereka adalah apa yang mereka dapat di media sosial,” ujar Safrizal, Senin (8/2/2021).

Menurut Safrizal, setelah diberikan penjelasan tentang vaksinasi Sinovac tersebut, para tenaga kesehatan ini kemudian mau divaksin.

“Organisasi profesi juga harus menyosialisasikan kepada anggotanya secara ilmiah, sehingg mau divaksin,” katanya.

Dalam kesempatan itu, Safrizal juga menyebutkan, secara umum tenaga kesehatan di Aceh, terutama anggota IDI saat ini mau menjalani vaksinasi. Memang, ada beberapa tenaga kesehatan yang belum divaksin karena beberapa hal seperti adanya alergi, komorbid, dan sebagainya.

“Ini yang barangkali memang dari petugas vaksin ketika discreening juga tidak membolehkan. Tapi secara umum rata-rata mau,” ucap Safrizal.

Safrizal juga menyambut baik Instruksi Gubernur (Ingub) Aceh tentang Pelaksanaan Vaksinasi  Corona Virus Disease 2019 (Covid-19) Bagi Tenaga Kesehatan (Pegawai Negeri Sipil dan Tenaga Kontrak) pada Pemerintah Aceh. Menurut Safrizal, vaksin Covid-19 ini merupakan program pemerintah, bahkan program dunia.

“Saya merasa ASN adalah bagian  daripada pemerintah, artinya dia adalah orang-orang yang kerja di pemerintahan. Jadi, mereka orang-orang yang mestinya menyukseskan program pemerintah,” tutur Safrizal.

“Upaya yang dilakukan oleh Pemerintah  Aceh saya pikir pada tempatnya mereka bisa menyampaikan bahwasanya mestinya ASN dan medis, apalagi medis yang ASN harus mau divaksin karena ini adalah proses yang sudah sangat diyakini kebenarannya dan melalui proses-proses yang legal,” tambahnya.

Safrizal mengungkapkan bahwa sangat tidak wajar jika ada ASN, terutama tenaga kesehatan yang menolak divaksin. Padahal, ini program pemerintah dalam menyelesaikan pandemi Covid-19.

“Kelemahan banyak orang di kita adalah mendapatkan informasi dari media sosial tapi tidak cek ricek benar atau tidaknya. Terima mentah, pada akhirnya jadi begini,” pungkasnya.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version