Home News IDI Aceh Antisipasi Terjadinya Klaster Penularan Corona di Rumah Sakit
News

IDI Aceh Antisipasi Terjadinya Klaster Penularan Corona di Rumah Sakit

Share
Oktober, Pagebluk Covid-19 di Pidie Jaya Mulai Terkendali
Ilustrasi - Petugas medis Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Meuraxa yang menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) untuk penanganan pasien yang diduga terinfeksi virus Corona (COVID-19) melintas di depan ruang isolasi sementara di Banda Aceh, Aceh, Rabu (18/3/2020). (ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/foc)
Share

POPULARITAS.COM – Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh menyebutkan, sudah ada sekitar 400 tenaga kesehatan di Aceh yang terpapar corona. Sehingga dikawathirkan terjadi klaster penularan virus corona (Covid-19) di rumah sakit jika tidak diantisipasi.

Ketua IDI Aceh Safrizal Rahman mengatakan, bukan hanya angka positif corona saja yang tinggi, namun juga dibarengi dengan angka kematian yang tinggi. Hingga saat ini sudah ada 7 tenaga kesehatan yang meninggal dunia di Aceh.

“Ini harus diantisipasi, jangan sampai rumah sakit bisa membuat klaster sendiri,” kata Safrizal saat dikonfirmasi, Selasa (29/9/2020).

Safrizal mengakui, di sejumlah rumah sakit di Aceh sempat mengalami collaps karena tenaga medisnya banyak yang terpapar corona. Seperti di Langsa. Hanya saja, saat ini sudah kembali pulih dan beberapa tenaga kesehatan di RSUD Langsa, sudah kembali bekerja.

Jika tenaga medis di rumah sakit banyak yang terpapar corona, dipastikan pelayanan kesehatan akan terganggu. Ia mencontohkan, salah satu rumah sakit di Pidie Jaya. Sudah banyak tenaga kesehatan di sana yang mulai terpapar corona.

“Kalau tenaga medis terpapar terlalu banyak, pasti terganggu, potensi collaps, seperti di Pidie Jaya, banyak tenaga kesehatan di sana yang mulai terpapar,” ujarnya.

Untuk mengantisipasi itu semua, ia meminta setiap rumah sakit harus meningkatkan fasilitas kesehatan, kemudian antisipatif melalui screening pasien yang hendak masuk ke rumah sakit.

“Screening terhadap pasien masuk harus diperketat, apakah terpapar covid-19 atau tidak, jika tidak diperketat ini berbahaya,” ucapnya.

Selain itu, kata Safrizal, pihaknya juga sudah berdiskusi dengan tim dari Kementerian Kesehatan terkait penanganan corona di Aceh. Mereka, kata dia akan terus memantau Aceh, yang dimana kasus terkonfirmasi positif corona kian meningkat.

Reporter: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Minum Vitamin pun Ada Waktunya

POPULARITAS.COM – Konsumsi suplemen vitamin sudah menjadi bagian dari gaya hidup banyak orang....

News

1 Tewas dan 466 Rumah Rusak Akibat Gempa Sulteng

POPULARITAS.COM – Korban dan kerusakan akibat gempa bumi magnitudo 6,7 yang mengguncang...

News

Pemerintah Aceh: Penguatan Otsus dalam Revisi UUPA untuk Percepat Penurunan Angka Kemiskinan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan pentingnya penguatan Dana Otonomi Khusus (Otsus) dalam...

News

Bareskrim Bongkar Peredaran 27 Kg Sabu Jaringan Malaysia-Indonesia di Perairan Riau

POPULARITAS.COM – Direktorat Tindak Pidana Narkoba (Dittipidnarkoba) Bareskrim Polri berhasil mengungkap peredaran...

Exit mobile version