POPULARITAS.COM – Protein merupakan salah satu nutrisi esensial yang dibutuhkan oleh tubuh manusia. Zat gizi ini berfungsi untuk membangun, memelihara, serta memperbaiki jaringan tubuh yang rusak.
Selain itu, protein juga membantu mempertahankan massa otot, berperan dalam produksi enzim, hormon, serta antibodi, dan mendukung proses pemulihan saat tubuh mengalami cedera.
Seiring bertambahnya usia, massa dan kekuatan otot manusia cenderung mengalami penurunan secara alami. Oleh karena itu, memenuhi asupan protein harian menjadi hal yang sangat krusial untuk menjaga mobilitas dan fungsi tubuh dalam menjalankan aktivitas sehari-hari. Lantas, di antara ikan, telur, daging, dan kacang-kacangan, manakah opsi yang paling unggul dan harus diprioritaskan dalam menu harian?
Mantan dokter Tim Nasional Sepak Bola Vietnam dan Timnas U-23 Vietnam, dr. Nguyen Trong Thuy, menjelaskan bahwa sebenarnya tidak ada satu pun jenis makanan tunggal yang bisa dikatakan “paling baik” untuk segala situasi.
Ikan: Mudah dicerna dan kaya Omega-3
Dilansir dari VnExpress, Kamis (22/10/2026), ikan merupakan sumber protein yang sangat mudah dicerna oleh tubuh. Jenis ikan berminyak atau fatty fish, seperti salmon dan makarel, sangat kaya akan asam lemak omega-3. Asam lemak sehat ini diketahui memiliki manfaat luar biasa dalam mendukung kesehatan jantung dan pembuluh darah (kardiovaskular).
Mengonsumsi ikan secara rutin tidak hanya memasok protein tinggi, tetapi juga memberikan berbagai nutrisi penting lainnya bagi tubuh.
Telur: Protein berkualitas tinggi dan asam amino lengkap
Telur mengandung protein berkualitas tinggi serta mencakup seluruh asam amino esensial yang tidak dapat diproduksi sendiri oleh tubuh manusia. Selain kandungan gizinya yang lengkap, telur sangat praktis dan mudah diolah untuk berbagai sajian makanan. Telur juga sangat cocok dipadukan dengan ragam jenis sayuran untuk menambah variasi nutrisi harian keluarga.
Daging: Kaya zat besi, seng, dan vitamin B12
Daging dikenal sebagai bahan pangan yang sangat kaya akan protein. Tergantung pada jenisnya, daging juga menyediakan nutrisi kunci lainnya seperti zat besi, seng (zinc), serta vitamin B12.
Meski demikian, Dr. Nguyen Trong Thuy menyarankan agar masyarakat memilih potongan daging tanpa lemak (lean meat), mengonsumsinya dalam porsi yang wajar, serta membatasi konsumsi daging olahan seperti sosis dan bacon. Ia juga mengingatkan agar masyarakat tidak berasumsi bahwa mengonsumsi daging dalam jumlah besar atau memilih potongan yang kaya akan urat/tendon dan kulit dapat meningkatkan produksi kolagen dalam tubuh secara otomatis.
Kedelai dan kacang-kacangan: Sumber protein nabati dan serat
Kacang kedelai, tahu, serta berbagai jenis kacang-kacangan (legumes) berfungsi sebagai sumber protein nabati yang sangat baik. Bahan makanan ini tidak hanya menyuplai protein, tetapi juga kaya akan serat dan nutrisi penting lainnya. Tahu tergolong bahan pangan yang serbaguna dan mudah dipadukan dengan sayuran, jamur, telur, maupun bahan pokok harian lainnya. Selain itu, kacang kedelai menyediakan protein berkualitas tinggi yang padat akan asam amino esensial.
Kunci utama: Variasi makanan dan olahraga rutin
Setiap kelompok makanan memiliki nilai gizi dan keunggulan masing-masing. Menurut dr Nguyen, kuncinya adalah mencukupi kebutuhan protein dari beragam variasi sumber makanan setiap harinya.
Ia menekankan bahwa alih-alih hanya berpatokan pada satu jenis bahan makanan saja, pola makan yang ideal adalah dengan mengombinasikan berbagai sumber protein serta rutin mengonsumsi buah dan sayuran.
Khusus bagi kelompok usia lanjut (lansia), pemenuhan asupan protein harian yang cukup harus diimbangi dengan aktivitas fisik yang teratur, terutama latihan kekuatan demi menjaga mobilitas serta mempertahankan massa otot tubuh.


Leave a comment