POPULARITAS.COM – Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh gelar Pameran Temporer. Acara tersebut dilangsungkan 27 Oktober – 2 November 2025 di Museum Aceh. Sebanyak 59 karya foto di pamerkan pada even tersebut. Foto-foto itu merupakan bidikan fotografer Frans Dellian.
Acara Pameran itu sendiri, dibuka oleh Kadisbudpar Aceh Dedy Yuswadi, Senin 27 Oktober 2025. Saat buka acara, ia sampaikan apresiasi dan pujian kepada Frans Dellian atas kontribusinya membidik fase sejarah Aceh lewat bidikan kamera.
Foto-foto tersebut merekam perjalanan masyarakat Aceh sejak detik-detik bencana tsunami 2004, proses evakuasi, hingga masa pemulihan dan kebangkitan sosial. Sebagian besar koleksi yang dipamerkan merupakan dokumentasi baru yang belum pernah ditampilkan sebelumnya.
“Pameran ini bukan sekadar kumpulan gambar, tetapi catatan perjalanan jiwa. Setiap bidikan kamera menceritakan dua hal yang tak terpisahkan: ujian dan harapan baru dari satu musibah,” ujar Dedy.
Ia menegaskan, pameran ini memiliki nilai strategis dalam memperkuat identitas Aceh, bukan hanya sebagai daerah yang pernah menjadi episentrum bencana, tetapi juga sebagai simbol ketangguhan dan perdamaian.
“Museum Tsunami dan karya-karya seperti ini adalah bagian dari wisata sejarah yang mendidik, menginspirasi, dan menyentuh hati. Momentum ini menjadi refleksi untuk selalu bersyukur sekaligus pemantik semangat membangun Aceh yang kita cintai,” tambahnya.
Sementara itu, Frans Dellian menjelaskan bahwa karya yang ditampilkan terbagi dalam beberapa tema, mulai dari detik-detik terjadinya tsunami, kondisi Banda Aceh pascagempa, hingga momen kebangkitan seperti apel perdana ASN Pemerintah Aceh dan kembalinya jemaah haji kloter pertama.
“Pameran ini kami dedikasikan sebagai refleksi perjalanan Aceh dari masa kelam menuju masa penuh harapan. Dari reruntuhan, kita membuktikan kepada dunia bahwa harapan itu tidak pernah mati,” ungkapnya.
Pameran ini diharapkan menjadi media refleksi, edukasi, sekaligus pengingat pentingnya ketangguhan, solidaritas, dan kesiapsiagaan menghadapi bencana, khususnya bagi generasi muda Aceh.

Leave a comment