Home Feature Kala Sekda Aceh menjadi santri sehari
FeatureNews

Kala Sekda Aceh menjadi santri sehari

Share
Kala Sekda Aceh menjadi santri sehari
Taqwallah, sosok Sekda Aceh yang mengikuti pengajian bakda subuh di Dayah Perbatasan Manarul Islam, di Seumadam, Aceh Tamiang, Jumat (6/11/2021). FOTO : Humas Pemerintah Aceh
Share

DALAM satu kunjungan kerja, Sekda Aceh, dr Taqwallah berkesempatan menjadi satri sehari. Bermalam di salah satu kamar murid di Dayah Perbatasan Manarul Islam Aceh Tamiang, dengan fasilitas minim, tanpa udara berpendingin atau air conditioner, mantan Kepala Dinas Kesehatan Aceh itu merebahkan tubuh letihnya.

Peristiwa itu terekam oleh Kepala Dinas Pendidikan Daya, Zahrol Fajri. Ia menjelaskan, kala itu, Jumat, 6 November 2021, Ia dan Sekda Aceh Taqwallah, tengah dalam perjalanan berkeliling daerah. Saat itu, waktu waktu menunjukkan pukul 02.00 pagi dini hari. Beliau bertanya pada dirinya, apakah bisa menginap dan menjadi santri di salah satu dayah di Aceh Tamiang.

Saat itu, Zahrol berpikir Sekda Aceh tengah bercanda, namun Ia benar-benar mewujudkan keinginannya. “Akhirnya kami bermalam di Daya Manarul Islam, di Seumadam, Aceh Tamiang,” ungkap Zahrol Fajri, dalam keterangan tertulisnya kepada media ini, Sabtu (7/11/2021).

Usai beristirahat, Sekda Aceh mengikuti serangkaian aktivitas dan kegiatan belajar dan mengajar di dayah tersebut. Diawali dengan sholat subuh berjamaan, mendengarkan ceramah agama yang disampaikan oleh para guru pengajar.

Selanjutnya, Sekda berkeliling komplek dayah, bertemu para santri, berdikusi dengan para murid tentang pentingnya Vaksinasi Covid-19 dalam ikhtiar pemerintah keluar dari persoalan Pandemi.

Dayah Perbatasan Manarul Islam di Aceh Tamiang, merupakan satu dari beberapa institusi pendidkan islam binaan Dinas Pendidikan Dayah Aceh. 

Keberadaan dayah perbatasan merupakan cara pemerintah Aceh membentengi warganya dari potensi dan upaya pendangkalan aqidah atau kristenisasi yang selama ini rentan terjadi di daerah perbatasan.

“Kita punya tanggungjawab besar dalam membentengi dan menyelamatkan aqidah masyarakat Aceh,” kata Taqwallah dalam perbincangannya dengan para pimpinan di Pesantren Perbatasan Dayah Manarul Islam.

Usai menjalankan sejumlah aktivitas di dayah itu, Sekda Aceh Taqwallah meninggalkan tempat tersebut. Sejak rehat di Kamar santri, dan beberapa jam di sana, Ia telah menjadi santri sehari. 

Editor : Hendro Saky

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

News

Lantik Kepengurusan JMSI Aceh 2025-2030, Bang Hendri : Konstituen Dewan Pers paling rapi

POPULARITAS.COM – Ketua Dewan Pakar Hendri CH Bangun, lantik Kepengurusan Pengurus Daerah...

Exit mobile version