Home Ekonomi Kamboja Bukan Negara Tujuan PMI
EkonomiNews

Kamboja Bukan Negara Tujuan PMI

Share
Indonesia tidak menargetkanKamboja sebagai tujuan PMI. Poto : HO | CNBC Indonesia
Share

POPULARITAS.COM – Kementerian Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (P2MI) menegaskan bahwa Kamboja bukan negara tujuan penempatan pekerja migran Indonesia. Pernyataan ini disampaikan Menteri P2MI Mukhtarudin menanggapi isu yang menyebut Kamboja dihapus dari daftar negara tujuan pekerja migran Indonesia.

Mukhtarudin menjelaskan bahwa keputusan mengenai negara tujuan penempatan pekerja migran tidak sepenuhnya menjadi kewenangan Kementerian P2MI. Keputusan tersebut harus melibatkan sejumlah pemangku kepentingan (stakeholder), termasuk Kementerian Luar Negeri.

“Soal Kamboja, kami di KP2MI tidak memiliki kewenangan penuh untuk menetapkan kebijakan tersebut,” ujar Mukhtarudin di kantor Kementerian P2MI, Jakarta, Kamis (23/10/2025).

Meskipun demikian, melihat perkembangan isu terkini di Kamboja, Mukhtarudin menyebut pihaknya akan segera berdiskusi dengan berbagai pihak terkait, untuk meninjau kembali posisi Indonesia terhadap negara tersebut.

Kamboja diketahui menjadi perhatian publik karena maraknya praktik penipuan daring (online scam) dan judi online yang melibatkan tenaga kerja asing, termasuk warga negara Indonesia.

“Melihat situasi yang berkembang, kami akan melakukan diskusi informal dengan stakeholder untuk membahas posisi Kamboja,” kata Mukhtarudin.

Mukhtarudin menegaskan, hingga kini P2MI belum pernah menempatkan pekerja migran ke Kamboja karena tidak ada kerja sama resmi antarnegara dan tidak ada jaminan perlindungan hukum bagi tenaga kerja.

Ia menambahkan, sebagian besar warga negara Indonesia yang bekerja di Kamboja berangkat secara nonprosedural, bahkan ada yang dijadikan operator judi online atau penipu daring (scammer).

“Jika ada WNI yang bekerja di sana, itu di luar wewenang kami dan berangkat atas kemauan sendiri,” tegasnya.

Sebelumnya, P2MI mencatat sebanyak 110 warga negara Indonesia (WNI) terlibat dalam peristiwa di Kota Chrey Thum, Provinsi Kandal, Kamboja. Dari jumlah tersebut, 97 orang melarikan diri dari perusahaan yang diduga menjalankan aktivitas penipuan daring, sementara 13 lainnya berhasil dievakuasi dari lokasi kerja.

Beberapa WNI dilaporkan mengalami kekerasan, dan empat orang di antaranya diduga sebagai pelaku atau leader scam. Saat ini, seluruh korban berada di bawah penanganan otoritas Kamboja dan mendapatkan pendampingan langsung dari KBRI Phnom Penh.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Ekonomi

BYD bangun pabrik di Subang Jawa Barat, targetkan produksi mobil listrik 150 unit per tahun

POPULARITAS.COM – Pabrikan mobil asal Tiongkok, BYD bangun pabrik Kawasan Industri Subang...

InternasionalNews

Korea Selatan Mulai Bersiap Kirim Pasukan ke Selat Hormuz

POPULARITAS.COM – Militer Korea Selatan tengah melakukan persiapan untuk mengerahkan pasukan ke...

News

Tiga Bahasa di Pulau Simeulue jadi Warisan Budaya Nasional

POPULARITAS.COM – Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Simeulue, Provinsi Aceh, menyatakan Kementerian...

News

Plt. Sekda Aceh Tekankan Kesiapan SKPA dalam Perubahan RKPA 2026

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt.) Sekretaris Daerah Aceh, Taufik,  meminta seluruh SKPA...

Exit mobile version