POPULARITAS.COM – Maraknya tindakan sexual harassment (Tindak kekerasan seksual) dilingkungan kampus mengharuskan kampus meningkatan penguatan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, khususnya PTKIN.
Merespon hal ini, PLT PPKS UIN Sunan Kalijaga menyelenggarakan rangkaian kegiatan Pelatihan Konseling Perubahan Perilaku yang berlangsung di Ruang Aula Mukti Ali, University Hotel Yogyakarta, pada Jumat, 14 November 2025. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam penguatan upaya pencegahan kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi, khususnya PTKIN.
Rektor UIN Sunan Kalijaga menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada Ketua PLT PPKS yang telah menghadirkan beragam program preventif untuk memastikan tidak terjadi lagi tindakan maupun perilaku pelecehan serta kekerasan seksual di lingkungan kampus.
“Gerakan ini akan menjadi gerakan bersama di UIN Kalijaga dan kampus-kampus PTKIN lain di Indonesia sebagai bentuk komitmen kolektif,” ujarnya.
Rektor menegaskan bahwa upaya pencegahan tidak dapat hanya mengandalkan kesadaran masyarakat, tetapi membutuhkan law enforcement yang kuat. Negara harus hadir memastikan sistem perlindungan berjalan agar tidak ada satupun warga kampus yang menjadi korban maupun pelaku kekerasan seksual. Penegakan hukum yang tegas, menurutnya, adalah pondasi penting untuk menciptakan ruang aman di perguruan tinggi.
Ia juga menekankan pentingnya kampanye berkelanjutan melalui beragam metode, termasuk pemanfaatan media digital untuk menyebarkan informasi mengenai pencegahan, larangan, serta penanganan kekerasan seksual.
Kegiatan pelatihan ini turut dihadiri oleh perwakilan dari berbagai ULT–PPKS/PSGA PTKIN di Indonesia, antara lain UIN Palembang, UIN Bengkulu, UIN Kediri, dan UIN Tulungagung. UIN Ar-Raniry Banda Aceh mengutus Syarifah Rahmatillah, MH, pengurus ULT–PPKS di bawah koordinasi PSGA.
Syarifah Rahmatillah, anggota Satgas ULT PPKS–PSGA sekaligus Sekretaris Program Studi S3 Fiqh Modern Pascasarjana UIN Ar-Raniry Banda Aceh, menyampaikan bahwa minimnya pendidikan seks dan kuatnya tabu budaya merupakan fenomena yang hampir selalu ditemukan di berbagai lingkungan sosial di Indonesia. Kondisi tersebut turut meningkatkan risiko terjadinya kekerasan seksual, termasuk kekerasan seksual sejenis, meskipun kekerasan seksual heterogen memiliki dinamika yang berbeda.
Syarifah berharap melalui pelatihan ini akan lahir rekomendasi yang jelas dan terarah bagi para anggota Satgas ULT PPKS dalam melaksanakan upaya pencegahan maupun penanganan kasus kekerasan seksual di lingkungan perguruan tinggi masing-masing. Dengan demikian, setiap kampus dapat semakin siap menciptakan ruang aman dan responsif bagi seluruh sivitas akademika.

Leave a comment