Home Kesehatan Kasus Influenza di Banda Aceh Capai 1.860, Warga Diminta Terapkan PHBS
KesehatanNews

Kasus Influenza di Banda Aceh Capai 1.860, Warga Diminta Terapkan PHBS

Share
Ilustrasi Influensa
Share

POPULARITAS.COM – Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh menyebutkan sejak Agustus jumlah kasus Saluran Pernapasan Akut (ISPA) naik dari 1.612 menjadi 1.860 kasus pada September 2025. Peningkatan ini terpantau dari laporan fasilitas kesehatan di seluruh kecamatan.

“Sampai pada tanggal 29 Oktober 2025, dari pemeriksaan 41 spesimen pasien dengan gejala Influenza Like Illness (ILI) di lokasi sentinel UPTD ILI Puskesmas Banda Raya, ditemukan 14 kasus positif Influenza A dan 2 kasus positif Influenza B, sementara 25 kasus lainnya negatif,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kota Banda Aceh, Wahyudi, Minggu (2/11/2025).

Meski demikian, Wahyudi menegaskan agar masyarakat tetap tenang namun waspada, serta menerapkan protokol kesehatan dan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS) yang baik dan benar.

“Beberapa langkah pencegahan yang disarankan antara lain mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, memakai masker terutama saat sakit atau di tengah keramaian, serta menerapkan etika batuk dan bersin,” tegasnya.

Wahyudi juga mengimbau warga yang mengalami gejala seperti demam, batuk, pilek, nyeri tenggorokan, nyeri otot, atau memiliki riwayat kontak dengan faktor risiko, agar segera memeriksakan diri ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat.

“Kita juga sudah mengintruksikan Rumah Sakit, Puskesmas atau Pustu untuk memberikan pelayanan 24 jam kepada masyarakat jika ada yang ingin berobat. Jadi, masyarakat diharapkan tenang dan apabila ada gejala segera ke fasilitas pelayanan kesehatan terdekat karena sudah kami siagakan tenaga medis,” ujarnya.

Wahyudi menambahkan, Dinkes Kota Banda Aceh akan terus mengikuti perkembangan kasus ini dan melakukan langkah pencegahan serta penanggulangan sesuai prosedur.

“Kami juga sudah melakukan kolaborasi dengan BPBD Kota Banda Aceh untuk melakukan penyemrotan disinfektan di tempat-tempat yang berisiko. Kami memastikan tenaga medis dan petugas lainnya mendapatkan perlindungan optimal dengan menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) sesuai standar, serta memperkuat kewaspadaan dan pengendalian infeksi di lingkungan kerja,” pungkasnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

10 miliar pokir anggota DPRK Pidie Jaya tahun 2026 beli bibit udang vaname dan ikan, Kadis DKP : penerima nanti di verifikasi

POPULARITAS.COM – Sebanyak Rp10 mililar, anggaran yang bersumber dari APBK Pidie Jaya...

News

Survei Kemenkes: Percobaan Bunuh Diri Anak Remaja Naik 2,7 Kali Lipat

POPULARITAS.COM – Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Dante Saksono Harbuwono mengungkapkan adanya peningkatan...

InternasionalNews

Malaysia Ungkap Perkembangan Terbaru Kasus Pilot Selundupkan Narkoba ke RI

POPULARITAS.COM – Kepolisian Malaysia menangkap enam pria yang diduga terlibat dalam sindikat...

HukumNews

2 Anggota Bais TNI Lolos dari Pemecatan Kasus Air Keras Kontras

POPULARITAS.COM – Dua anggota Badan Intelijen Strategis (Bais) TNI yang menjadi terdakwa...

Exit mobile version