Home News Kemenag Aceh Timur larang permainan lato-lato di lingkungan madrasah
News

Kemenag Aceh Timur larang permainan lato-lato di lingkungan madrasah

Share
Kemenag Aceh Timur larang permainan lato-lato di lingkungan madrasah
Penjual lato-lato di Banda Aceh, Rabu (11/1/2023). Foto: Ist
Share

POPULARITAS.COM – Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Timur melarang permainan lato-lato dimainkan di lingkungan madrasah karena mengganggu belajar mengajar serta bisa mengancam jiwa yang memainkannya.

Kepala Kankemenag Aceh Timur Salamina, mengatakan saat ini permainan lato-lato marak dimainkan anak-anak. Namun, permainan tersebut berpotensi mengancam jiwa yang memainkannya maupun yang menontonnya.

“Permainan ini berbahaya, bahkan kerap makan korban akibat tali bola lato-lato putus. Jadi, kami melarang permainan ini dimainkan di lingkungan madrasah, baik ibtidaiyah, tsanawiyah, maupun aliyah,” katanya, dikutip dari laman Antara, Sabtu (14/1/2023).

Salamina berharap pihak madrasah untuk mengontrol dan mengawasi setiap gerak-gerik anak didik, baik dalam kelas maupun ketika berada di luar kelas, seperti pekarangan kantin saat jam istirahat dan lingkungan mushalla waktu shalat, agar anak-anak tidak bermain lato-lato

Selain itu, kata dia, permainan lato-lato membuat kebisingan. Ketika lato-lato dimainkan secara kencang, semakin besar suara yang dihasilkan. Kebisingan tersebut mengganggu proses belajar mengajar peserta didik di madrasah.

Menurut dia, selain menimbulkan suara bising, tali lato-lato yang dimainkan secara kencang berpotensi putus. Saat tali putus, bola lato-lato terlempar tidak terkontrol. Hal ini bisa membuat bola lato-lato mengenai wajah yang memainkannya maupun yang menontonnya.

“Apabila bola lato-lato terlempar ke wajah, lebih bahayanya lagi jika terlempar kuat hingga mengenai mata pemain dan yang menontonnya, bukan tidak mungkin bisa menyebabkan gangguan penglihatan. Oleh karena itu, kami melarang permainan ini di lingkungan madrasah,” kata Salamina.

Ia mengatakan larangan itu dikeluarkan menyusul insiden permainan lato-lato di sejumlah daerah yang memakan banyak korban. Korban lato-lato mayoritas usia raudhatul athfal atau taman kanak-kanak maupun madrasah ibtidaiyah atau sekolah dasar.

“Untuk mencegah lato-lato dimainkan di madrasah, maka guru harus memeriksa tas anak didik serta melakukan razia rutin. Hal ini dilakukan agar lingkungan madrasah bebas permainan lato-lato,” kata Salamina.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...

Exit mobile version