POPULARITAS.COM – Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah tidak hanya menjadi penanda pergantian kalender Hijriah, tetapi juga momentum penting bagi umat Islam untuk melakukan refleksi diri dan memperkuat kontribusi sosial di tengah masyarakat.
Kementerian Agama (Kemenag) mengajak masyarakat menjadikan Muharram sebagai titik awal untuk memperbaiki kualitas hubungan dengan Allah SWT sekaligus meningkatkan kepedulian terhadap sesama.
Seruan tersebut disampaikan Kemenag dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam yang jatuh pada 16 Juni 2026.
Dilansir dari ANTARA, Senin (15/6/2026), Direktur Urusan Agama Islam dan Bina Syariah Kementerian Agama, Arsad Hidayat, mengatakan bahwa semangat hijrah yang menjadi inti peringatan Tahun Baru Islam perlu dimaknai secara lebih luas.
Menurutnya, hijrah tidak sekadar berpindah tempat sebagaimana yang dilakukan Nabi Muhammad SAW dari Makkah ke Madinah, tetapi juga merupakan transformasi diri menuju kehidupan yang lebih baik, lebih bermanfaat, dan lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Kesalehan yang ideal adalah kesalehan yang mampu menghadirkan kepedulian dan kemaslahatan bagi sesama,” ujar Arsad.
Pernyataan tersebut menjadi pengingat bahwa ibadah dalam Islam tidak hanya berbicara mengenai hubungan vertikal antara manusia dengan Tuhan, tetapi juga menyangkut hubungan horizontal dengan sesama manusia.
Hijrah dapat diwujudkan dalam perubahan sikap, pola pikir, kebiasaan, hingga cara berinteraksi dengan sesama.
Salah satu pesan utama yang disampaikan Kementerian Agama adalah pentingnya memperkuat kesalehan sosial.
Di tengah meningkatnya aktivitas ibadah personal, Islam mengingatkan bahwa kepedulian terhadap sesama merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari keimanan.
Selain menyoroti pentingnya kesalehan sosial, Kementerian Agama juga mengingatkan masyarakat mengenai pentingnya menjaga etika dalam ruang digital.
Kasubdit Hisab Rukyat dan Syariah Kemenag, Ismail Fahmi, menilai bahwa media sosial kini menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari kehidupan masyarakat.
Karena itu, semangat hijrah juga perlu diwujudkan melalui apa yang disebut sebagai “hijrah jemari”, yakni perubahan cara berinteraksi di dunia digital.
Fenomena penyebaran hoaks, ujaran kebencian, fitnah, provokasi, hingga perundungan daring menjadi tantangan baru yang dihadapi masyarakat modern.
Padahal Islam mengajarkan agar setiap perkataan maupun tulisan yang disampaikan membawa manfaat.
Di tengah berbagai tantangan sosial dan derasnya arus informasi digital, umat Islam diajak tidak hanya memperbarui semangat spiritual, tetapi juga memperkuat komitmen untuk menghadirkan kemaslahatan, kedamaian, dan manfaat bagi lingkungan sekitar.

Leave a comment