POPULARITAS.COM – Hubungan diplomatik Uganda dan Turki memanas setelah Kepala Angkatan Bersenjata Uganda, Muhoozi Kainerugaba, melontarkan ultimatum terbuka kepada Ankara melalui platform media sosial X. Ia menuntut pembayaran senilai US$1 miliar setara Rp17 triliun sekaligus mengajukan permintaan yang memicu kontroversi luas.
Dikutip dari Beritasatu.com, Muhoozi menulis melalui akun X pribadinya @mkainerugaba pada Sabtu (11/4/2026): “Selain uang US$ 1 miliar dari Turki, saya menginginkan wanita tercantik di negara itu sebagai istri!”
Pernyataan itu tidak berhenti di sana. Muhoozi melanjutkan dengan ancaman konkret terhadap hubungan kedua negara.
“Lupakan permainan Twitter. Kami akan segera menutup hubungan diplomatik dengan mereka,” tulisnya, sebagaimana dikutip Beritasatu.com pada Rabu (15/4/2026).
Ultimatum 30 Hari untuk Ankara
Muhoozi menetapkan tenggat waktu 30 hari bagi Turki untuk memenuhi tuntutannya. Jika tidak, ia menegaskan akan menutup Kedutaan Besar Turki di Kampala.
Ia menuding Turki meraup keuntungan besar dari proyek infrastruktur di Somalia termasuk pembangunan pelabuhan dan bandara di Mogadishu sementara Uganda menanggung beban keamanan kawasan selama hampir dua dekade sebagai bagian dari misi Uni Afrika melawan kelompok militan al-Shabaab.
Dikutip dari Beritasatu.com, Muhoozi menegaskan: “Bagi Turki, ini kesepakatan yang sangat sederhana. Entah mereka membayar kami, atau saya menutup kedutaan mereka di sini. Mereka dapat membalas dan menutup kedutaan kami di Turki juga. Tidak masalah.”
Tuntutan US$1 miliar itu ia sebut sebagai bentuk “dividen keamanan” kompensasi atas stabilitas yang diklaim dijaga Uganda di kawasan Tanduk Afrika.
Imbauan Hindari Turki hingga Respons yang Absen
Selain ancaman diplomatik, Muhoozi juga mengimbau warga Uganda untuk menghindari perjalanan ke Turki dengan alasan keamanan. Hingga berita ini diturunkan, pemerintah Turki belum mengeluarkan pernyataan resmi merespons serangkaian pernyataan tersebut.
Siapa Muhoozi Kainerugaba?
Muhoozi bukan sosok sembarangan dalam lanskap politik Uganda. Ia adalah putra Presiden Yoweri Museveni yang telah memegang kekuasaan sejak 1986. Lahir pada 24 April 1974 di Dar es Salaam, Muhoozi meniti karier militer dengan cepat pernah memimpin Special Forces Command sebelum dilantik sebagai Chief of Defence Forces pada 2024.
Posisinya yang strategis membuat setiap pernyataannya kerap ditafsirkan sebagai cerminan dinamika kekuasaan di Kampala, bukan sekadar pendapat pribadi.
Rekam Jejak Pernyataan Kontroversial
Gaya komunikasi Muhoozi yang blak-blakan di media sosial bukan hal baru. Sebelumnya, ia pernah mengancam menginvasi Kenya dalam dua minggu, melamar Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni dengan imbalan ternak sapi, hingga menyatakan kesiapan mengirim pasukan ke Israel.
Dikutip dari Beritasatu.com, ia pernah menulis: “Saya siap mengerahkan 100.000 tentara Uganda ke Israel, di bawah komando saya, untuk melindungi tanah suci, tanah Yesus Kristus, Tuhan kita.” Bahkan, ia mengklaim mampu mengerahkan 500.000 pemuda untuk merebut Teheran dalam waktu singkat.
Rangkaian pernyataan ini mempertegas pola komunikasi Muhoozi yang kerap mengaburkan batas antara sikap pribadi dan posisi resmi negara sebuah dinamika yang berpotensi mempercepat eskalasi konflik diplomatik Uganda-Turki jika tidak segera dikelola. (hsn)
Sumber: beritasatu.com

Leave a comment