Home Insfrastruktur Kerugian Akibat Banjir di Aceh Utara Capai Rp 600 Miliar
InsfrastrukturNews

Kerugian Akibat Banjir di Aceh Utara Capai Rp 600 Miliar

Share
Jembatan gantung penghubung antar kecamatan tepatnya di Desa Makarti, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara putus diterjang banjir. (Ist)
Share

POPULARITAS.COM – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Aceh Utara, Amir Hamzah menyebutkan, kerugian akibat banjir yang terjadi pada 4 Desember 2020 di Kabupaten Aceh Utara, mencapai Rp 600 miliar.

Kerugian itu terjadi di sektor pertanian, infrastruktur PU, pertanian, pendidikan, fasilitas umum, ritel, peternakan dan fasilitas umum lainnya.

“Data sementara kerugian akibat benjir senilai Rp 600 miliar lebih, dari berbagai sektor yang ada di Aceh Utara, jumlah ini belum akurat bisa saja lebih dari nilai itu nantinya, kita belum tau lagi,” ujar Amir Hamzah kepada Popularitas.com Senin (28/12/2020).

Sejauh ini kata Amir, terkait kerugian pasti belum dapat dipastikan sebab masih dalam proses pendataan ulang, namun data sementara yang diterima hitunganya mencapai Rp 600 miliar lebih. Untuk mengetahui jumlah akuratnya dari berbagai pihak masih perlu melakukan pendataan dan rekap ulang diberbagai sektor nantinya.

Selain itu penanganan banjir Aceh Utara hingga saat ini masih dalam proses tanggap darurat bahkan belum masuk ke tahap pemulihan ataupun tahapan lainnya.

“Masih banyak lagi yang perlu dikoordinasikan, belum lagi masuk tahap rekonstruksi dan lainnya sebagainya, masih penjang dan masih banyak tahapan yang perlu dilakukan, jadi kita lakukan pertahap sesuai aturan yang berlaku,” kata Amir.

Soal tahap perbaikan pihaknya mengaku belum dapat menyebutkan sumber dana dari mana, namun untuk kerusakan rumah warga akibat diterjang banjir, Amir menyebutkan akan menggunakan sumber dana Rp1 miliar yang diberikan BNPB.

“Untuk sejumlah rumah rusak dan tak bisa ditempati lagi nantinya akan kita sewakan selama satu tahun ditahun 2021 nanti, untuk perbaikan rumah rusak itu nantinya tidak menggunakan dana dari Rp1 miliar itu, karena perbaikan ada leading sektor masing- masing. Untuk tanggap daruratnya kita hanya menyewa rumah selama satu tahun saja,” pungkasnya.

Editor: dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version