Pemerintah Kota Toyoake di Prefektur Aichi, Jepang, tengah menyiapkan rancangan peraturan yang membatasi penggunaan ponsel pintar dan perangkat serupa bagi warganya hanya dua jam per hari, di luar waktu sekolah maupun pekerjaan.
Jika resmi disahkan, kebijakan tersebut akan mulai berlaku pada 1 Oktober mendatang. Meski begitu, aturan ini tidak disertai sanksi bagi warga yang melanggarnya.
“Kami ingin masyarakat memiliki kesempatan untuk memikirkan kembali bagaimana mereka menggunakan ponsel pintar,” ujar salah satu pejabat Kota Toyoake dikutip dari Kyodo, Jumat (22/8/2025).
Dalam rancangan itu, siswa sekolah dasar dianjurkan untuk tidak lagi menggunakan ponsel setelah pukul 21.00 WIB, sementara pelajar sekolah menengah dan orang dewasa disarankan berhenti mengakses gawai setelah pukul 22.00 WIB.
Meski diakui bahwa ponsel, komputer, dan perangkat digital kini menjadi bagian penting kehidupan modern, pemerintah kota mengingatkan bahwa konsumsi media sosial dan video daring secara berlebihan dapat berdampak negatif pada kesehatan dan keharmonisan keluarga.
Otoritas Toyoake juga berkomitmen bekerja sama dengan sekolah serta para orang tua untuk membangun kebiasaan digital yang lebih sehat di kalangan masyarakat.

Leave a comment