Home Hukum KPK periksa istri dan anak Irwandi di Mapolda Aceh
HukumNews

KPK periksa istri dan anak Irwandi di Mapolda Aceh

Share
Ilustrasi, istri Irwandi Yusuf, Darwati Agani (kanan) bergegas seusai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Selasa (31/7). (ANTARA FOTO/Dhemas Reviyanto/aww/18).
Share

POPULARITAS.COM – Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) kembali memanggil 16 saksi terkait kasus dugaan tindak pidana korupsi (TPK) gratifikasi pada proyek pembangunan dermaga BPKS Sabang yang menjerat tersangka eks Panglima GAM Sabang Izil Azhar alias Ayah Merin.

Dua dari 16 saksi yang dipanggil untuk dimintai keterangan adalah istri mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Darwati A Gani dan anaknya, Teguh Agam Meutuah (Yayasan Sambinoe).

Hal tersebut dibenarkan oleh Kepala Bagian Pemberitaan KPK Ali Fikri yang dikonfirmasi wartawan dari Banda Aceh, Rabu (3/5/2023).

“Hari ini (3/5) pemeriksaan saksi TPK gratifikasi terkait proyek pembangunan infrastruktur di provinsi Aceh untuk tersangka Izil Azhar, dilakukan di Direktorat Reserse Kriminal Khusus Polda Aceh,” katanya, dikutip dari laman Antara.

Ia mengatakan pemanggilan para saksi Ini merupakan pemeriksaan hari kedua setelah sebelumnya Selasa (2/5) penyidik KPK juga sudah memanggil 16 saksi lainnya.

Adapun 16 saksi yang dipanggil dan diperiksa KPK hari ini yaitu Darwati A Gani yang merupakan istri dari mantan Gubernur Aceh Irwandi Yusuf, Sabaruddin Salam (wiraswasta), Maswar (pegawai BPKS Sabang).

Kemudian, Muhammad Taufik Reza (Direktur Utama PT Tuah Sejati), Maitanur (PNS), Ny Maryati (dosen), Ratnawati (PNS), Sri Wahyuni Siregar (PNS), Ny Suriati Husen (PNS), Devi Surita (PNS).

Lalu, Faisal Azwar (PNS Bappeda Sabang), Faisal (Sekretaris Dinas PUPR Sabang), Teguh Agam Meutuah (Yayasan Sambinoe) sekaligus anak dari Irwandi Yusuf, Ny Nurmasyithah, Dewi Meuthia dan Nadia, ketiganya dari unsur wiraswasta.

Sebelumnya, KPK bersama tim Polda Aceh menangkap Izil Azhar alias Ayah Merin, di kawasan Simpang Lima Banda Aceh, sebagai tersangka kasus tindak pidana korupsi gratifikasi dan sudah masuk daftar buronan sejak 30 November 2018.

Penetapan Ayah Merin sebagai tersangka dalam perkara bersama Irwandi Yusuf, selaku Gubernur Provinsi Aceh periode 2007-2012, terkait menerima gratifikasi yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya.

Ayah Merin disangkakan melanggar Pasal 12B Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi, sebagaimana telah diubah dengan Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
NewsSosial dan Budaya

Pemerintah Aceh Raih Tiga Penghargaan pada Forum Pemred Multimedia Award 2026   

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh kembali mencatatkan capaian di tingkat nasional dengan meraih...

Hukum

Polisi tangkap ‘oknum polisi’ kasus perampokan toko emas di Aceh Selatan, satu pucuk senjata api laras panjang diamankan

POPULARITAS.COM – Polres Aceh Selatan dan Subdit Jatanras Ditreskrimum Polda Aceh berhasil...

InternasionalNews

Israel Larang Azan Subuh di Masjid Bethlehem Tepi Barat

POPULARITAS.COM – Pasukan pendudukan Israel kembali memicu kecaman setelah dilaporkan melarang azan...

NewsSepakbola

Hancurkan Prancis, Three Lions Raih Peringkat Ketiga Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Timnas Inggris memainkan laga gila saat jumpa Prancis dalam perebutan...

Exit mobile version