POPULARITAS.COM – Ketua DPRK Pidie Jaya, A Kadir Jailani, mengkritisi akurasi Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) atau desil masyarakat setempat.
“Soalnya, jika data desil tidak memiliki kevalidan yang real, pastinya akan berpotensi terjadi kesalahan dalam hal penyaluran berbagai jenis Bantuan Sosial (Bansos) untuk masyarakat dari pemerintah.” Ujar Pang Kade, Rabu (29/4/2026).
Kritikan pria yang akrab disapa Pang Kade itu mengemuka saat rapat pembahasan pengelompokan desil yang digelar DPRK Pidie Jaya di ruang Badan Anggaran (Banggar), Senin (27/4/2026).
Para SKPK mulai dari Dinas Sosial, Dinas Kependudukan hingga Badan Pusat Statistik bahkan BPJS dihadirkan dalam rapat pembedahan keakuratan data desil itu.
Dengan nada tegas, Pang Kade melontarkan berbagai soratan ikhwal data DTSEN tersebut kepada SKPK maupun lembaga vertikal tersebut.
Kata dia, penentuan data desil harus sesuai dengan kondisi objektif masyarakat Pidie Jaya.
“Jika data tidak valid, bantuan bisa tidak sampai kepada masyarakat yang berhak,” tegas Ketua DPRK Pidie Jaya A Kadir Jailani.
Pang Kade juga meminta intansi tersebut untuk saling memaparkan data memaparkan data masing-masing untuk kemudian dilakukan uji validitas dan kesesuaian antarbasis data, termasuk mekanisme penentuan desil dan tingkat akurasi penerima bantuan.
Dalam rapat tersebut, para anggota Banggar DPRK Pidie Jaya juga mengkritisi lemahnya sinkronisasi lintas lembaga yang berpotensi menimbulkan tumpang tindih data dan ujung-ujungnya masyarakat yang menjadi korban.
Kondisi tersebut dinilai menjadi salah satu penyebab terjadinya kekeliruan dalam hal penyaluran Bansos.
Secara serentak, para Banggar itu, menegaskan pentingnya transparansi dalam proses pendataan serta penguatan koordinasi antarinstansi agar sistem penyaluran bantuan lebih akurat, adil, dan akuntabel.

Leave a comment