Home News Lagi, Gajah yang Kena Jerat di Aceh Timur Mati
News

Lagi, Gajah yang Kena Jerat di Aceh Timur Mati

Share
Kasus Gajah mati kepala dipenggal segera diadili di PN Aceh Timur
Ilustrasi. Petugas Forum Konservasi Leuser (FKL) mengabadikan bangkai gajah di lokasi tambat sekitar 500 meter dari Camp. CRU Serbajadi, Kabupaten Aceh Timur, Sabtu (9/6). (Foto Antara)
Share

ACEH TIMUR (popularitas.com) – Anak gajah betina berusia 1,5 tahun yang terkena jerat di hutan Kecamatan Simpang Jernih, Aceh Timur, Aceh mati setelah delapan bulan dirawat. Gajah Salma diduga mati akibat gangguan pencernaan, jantung, dan limpa.

“Anak gajah tersebut mati pada Jumat 7 Februari kemarin sekitar pukul 02.00 WIB dini hari. Gajah mati saat sedang dalam perawatan di CRU Serbajadi Aceh Timur yang disebabkan karena sakit,” kata Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh Agus Arianto kepada wartawan, Minggu, 9 Februari 2020.

Menurut Agus, kondisi gajah Salma semakin menurun sejak Desember akibat kelemahan karena nafsu makannya tidak stabil. Tim medis beberapa kali melakukan pemeriksaan sampel darah untuk mengetahui perkembangan kondisi fisiologi.

Namun setiap dilakukan pengulangan pemeriksaan, hanya anemia dan hipoproteinemia saja yang terlihat rendah. Agus menjelaskan, tim dokter kemudian memberikan treatment atau vitamin untuk merangsang pembentukan sel darah dan infus asam amino.

“Namun kondisinya tidak menunjukkan perubahan yang signifikan,” sebut Agus.

Agus mengungkapkan, sejak dievakuasi pada Juni 2019 lalu, kondisi gajah Salma tidak selincah dan seagresif bayi gajah lainnya. Beberapa perlakuan khusus dilakukan termasuk soal makanan.

Menurutnya, dari hasil nekropsy yang dilakukan drh Anhar, diperkirakan gajah tersebut mati karena rendahnya nafsu makan akibat gangguan sistem pencernaan. Selain itu, pergerakan gajah Salma tidak selincah bayi gajah lainnya akibat adanya gangguan fungsional pada jantung.

“Anemia yang dialami gajah Salma disebabkan proses pembentukan sel darah merahnya mengalami gangguan akibat limfanya tidak berkembang secara normal,” beber Agus.

Seperti diketahui, seekor anak gajah betina berusia sekitar setahun terkena jerat di Aceh Timur, Aceh pada Juni 2019 lalu. Kondisi hewan berbelalai itu memprihatinkan dan terpisah dari induknya.

Saat ditemukan setelah dua hari pencarian, kondisi anak gajah terluka karena jerat yang sudah infeksi cukup parah. Diperkirakan gajah tersebut sudah terluka selama dua mingguan. Anak gajah tersebut juga dehidrasi.

Sumber: Detik

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Mualem Panggil Kepala BPMA Bahas Blok Andaman dan Pipa Gas

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem memanggil Kepala Badan Pengelola Migas Aceh...

News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

Exit mobile version