POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf atau Mualem melantik puluhan pejabat pimpinan tinggi pratama (Eselon II) di lingkungan Pemerintah Aceh. Prosesi pelantikan berlangsung di Anjong Monmata, Jumat (27/2/2026) malam.
Saat melantik para pejabat, Mualem berharap Aceh menjadi lebih baik melalui kerja keras bersama.
“Mulai sekarang kita sudah memasuki tugas baru di Provinsi Aceh. Saya rasa tidak banyak yang perlu disampaikan, mari sama-sama membangun Aceh sesuai dengan tugas pokok dan fungsi masing-masing,” ujar Mualem.
Mualem menegaskan seluruh jajaran harus bekerja dengan anggaran yang tersedia. Setiap pekerjaan, kata Mualem, harus dilaksanakan secara maksimal dan sebaik mungkin, sesuai harapan masyarakat ke depan.
“Mudah-mudahan kita bisa menjalankan kewajiban dan tugas kita di provinsi ini dengan sebaik-baiknya,” ujarnya.
Menurut Mualem, apa yang ia sampaikan merupakan kewajiban bersama. Ia menekankan tidak ada kendala berarti dan berharap ke depan tidak ada hal-hal yang menimbulkan ketidakpuasan pihak lain.
“Intinya kita bekerja sesuai dengan undang-undang dan kewenangan yang diberikan oleh pusat. Itu tugas kita,” ujarnya.
Mualem juga menegaskan evaluasi akan dilakukan secara berkala.
“Saya garis bawahi, setiap saat akan saya evaluasi untuk masa depan. Mau tidak mau, mari kita bangun Aceh agar lebih baik ke depan,” katanya.
“Pelantikan ini bukan sekadar rotasi jabatan, tetapi bagian dari upaya memperkuat kinerja pemerintahan agar semakin responsif, profesional, dan berorientasi pada pelayanan publik,” ujar Gubernur.
Gubernur menegaskan agar seluruh SKPA menjadikan visi dan misi Pemerintah Aceh sebagai arah kebijakan dan nafas kerja di setiap lini pemerintahan. Visi pembangunan Aceh 2025–2030, lanjutnya, adalah “Aceh Islami, Maju, Bermartabat, dan Berkelanjutan”.
Visi tersebut dijabarkan ke dalam tujuh misi utama, antara lain mewujudkan pelaksanaan Syariat Islam secara kaffah dalam kehidupan masyarakat, mengimplementasikan kekhususan dan keistimewaan Aceh sesuai MoU Helsinki dan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh, serta mendorong kemandirian ekonomi melalui hilirisasi, industrialisasi, pariwisata, dan transformasi digital berbasis sektor unggulan.

Selain itu, Pemerintah Aceh menargetkan pembangunan infrastruktur dasar yang inklusif dan berkelanjutan, peningkatan kualitas serta daya saing sumber daya manusia, penguatan tata kelola pemerintahan dan supremasi hukum, hingga pelestarian lingkungan hidup beserta ekosistemnya.
“Misi pembangunan ini harus diterjemahkan ke dalam program nyata setiap SKPA,” tegasnya.
Gubernur juga meminta seluruh jajaran SKPA bekerja optimal dan memperkuat kolaborasi lintas sektor. Percepatan pemulihan pascabencana juga menjadi perhatian, dengan penanganan yang cepat, tepat sasaran, dan akuntabel.
Berikut daftar lengkap 25 Pejabat Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama atau Eselon II yang dilantik:
Robby Irza – Asisten Perekonomian dan Pembangunan Sekretaris Daerah Aceh.
Murtala – Asisten Administrasi Umum Sekretaris Daerah Aceh.
Abdullah – Inspektur Aceh.
Muhammad Diwarsyah– Kepala Badan Pengelolaan Keuangan Aceh.
Zulkifli– Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Aceh.
Murthalamuddin – Kepala Dinas Pendidikan Aceh.
Erwin Ferdinansyah– Kepala Dinas Pengairan Aceh.
Muhazar H – Direktur Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.
Safridhal – Kepala Dinas Peternakan Aceh.
Reza Ferdian– Kepala Dinas Koperasi, Usaha Kecil dan Menengah Aceh.
Reza Saputra– Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Wilayatul Hisbah Aceh.
Aznal Zahri– Kepala Dinas Pertanahan Aceh.
Taufik– Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Aceh.
Munawar– Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Aceh.
Asnawi– Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Aceh.
Safrizal – Dinas Kelautan dan Perikanan Aceh.
Budi Afrizal – Kepala Dinas Sosial Aceh.
Bahron Bakti – Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh.
Husnan– Staf Ahli Gubernur Bidang Keistimewaan Aceh, Sumber Daya Manusia dan Hubungan Kerjasama.
Bob Mizwar– Kepala Biro Pemerintahan dan Otonomi Daerah Sekretariat Daerah Aceh.
Teuku Hendra Faisal– Wakil Direktur Administrasi dan Umum Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.
Novita– Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin.
Zahrol Fajri – Kepala Sekretariat Majelis Permusyawaratan Ulama Aceh.
Daniel Arca – Kepala Sekretariat Majelis Pendidikan Aceh.
Ikhsan Ahyat – Kepala Sekretariat Baitul Mal Aceh.
Leave a comment