Home News Larang Pilot WNI Mendarat di Tel Aviv, Indonesia Kecam Israel
News

Larang Pilot WNI Mendarat di Tel Aviv, Indonesia Kecam Israel

Share
Juru Bicara Kemlu RI, Yvonne Mewengkang. Poto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Pemerintah Indonesia mengecam kebijakan Israel yang melarang awak pesawat dari sejumlah negara, termasuk Indonesia, mengoperasikan penerbangan menuju Tel Aviv. Kecaman tersebut disampaikan setelah pesawat Ethiopian Airlines terpaksa kembali ke bandara keberangkatan karena salah satu pilotnya merupakan warga negara Indonesia (WNI).

Kementerian Luar Negeri (Kemlu) RI menilai pembatasan awak pesawat berdasarkan kewarganegaraan bertentangan dengan prinsip nondiskriminasi dalam penerbangan internasional.

Juru Bicara Kemlu RI Yvonne Mewengkang mengatakan, pemerintah Indonesia terus memantau perkembangan kasus tersebut bersama Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Addis Ababa, Ethiopia.

“Indonesia mencatat Israel membatasi awak pesawat dari negara tertentu, termasuk Indonesia, hanya berdasarkan faktor kewarganegaraan. Praktik ini bertentangan dengan prinsip non-diskriminasi dan semangat fasilitasi penerbangan internasional,” kata Yvonne, dikutip dari Antara, Kamis (15/10/2026).

Menurut Yvonne, pemerintah Indonesia memahami bahwa setiap otoritas penerbangan memiliki kewenangan untuk memberlakukan ketentuan keamanan, termasuk bagi awak pesawat yang bertugas. Namun, ketentuan tersebut harus diterapkan berdasarkan pertimbangan yang objektif dan proporsional, bukan semata-mata karena kewarganegaraan atau alasan politik.

“Tetapi, standar tersebut mesti ditetapkan secara objektif dan proporsional, bukan atas dasar pertimbangan politis atau kewarganegaraan,” ujar Yvonne.

Kemlu RI memastikan bahwa pilot WNI yang terdampak pembatasan Israel telah mendapatkan penugasan pada rute penerbangan lain. Informasi tersebut diperoleh pemerintah Indonesia dari Ethiopian Airlines setelah insiden putar balik pesawat yang terjadi beberapa waktu lalu.

Menurut keterangan pihak maskapai, kejadian itu tidak menyebabkan gangguan berarti terhadap kegiatan operasional penerbangan secara keseluruhan. Meski pilot WNI telah dialihkan ke rute lain, pemerintah Indonesia tetap melakukan pemantauan untuk memastikan hak-haknya sebagai pekerja terpenuhi.

KBRI Addis Ababa terus menjalin komunikasi dengan Ethiopian Airlines agar pilot tersebut tidak mengalami perlakuan diskriminatif lebih lanjut.

Dalam komunikasi dengan pemerintah Indonesia, Ethiopian Airlines juga telah menyampaikan penjelasan mengenai penyebab insiden tersebut.

Maskapai menyebut kurangnya koordinasi internal sebagai faktor yang menyebabkan penerbangan menuju Tel Aviv harus kembali ke Addis Ababa.

Menanggapi penjelasan itu, KBRI Addis Ababa mendorong Ethiopian Airlines melakukan evaluasi secara menyeluruh. Langkah tersebut diperlukan untuk mencegah kejadian serupa terulang pada penerbangan berikutnya. Selain berkoordinasi dengan maskapai, Kemlu RI memastikan pemerintah akan menggunakan berbagai jalur komunikasi yang memungkinkan untuk melindungi pilot WNI. Upaya tersebut termasuk melalui komunikasi di Ethiopia, mengingat Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel.

Kronologi pesawat Ethiopian Airlines diperintahkan putar balik

Insiden yang melibatkan pilot WNI terjadi dalam penerbangan Ethiopian Airlines dari Addis Ababa menuju Tel Aviv.

Berdasarkan laporan televisi Israel Channel 12 pada Senin (12/10/2026), pesawat telah mengudara selama sekitar satu jam ketika otoritas Israel memerintahkan penerbangan tersebut kembali ke Ethiopia.

Saat perintah dikeluarkan, pesawat masih berada di wilayah udara Ethiopia dan belum memasuki wilayah udara Israel. Keputusan itu diambil setelah otoritas Israel mengetahui bahwa salah satu pilot yang bertugas memiliki kewarganegaraan Indonesia.

Pihak Israel kemudian meminta Ethiopian Airlines mengganti pilot tersebut sebelum penerbangan dapat dilanjutkan menuju Tel Aviv. Pesawat akhirnya kembali ke Addis Ababa untuk melakukan pergantian awak.

Setelah pilot WNI digantikan oleh pilot lain, pesawat kembali diberangkatkan dan berhasil mendarat di Tel Aviv sesuai tujuan penerbangan. Ethiopian Airlines mengakui adanya kesalahan dalam penanganan penerbangan tersebut.

Maskapai menyatakan sebelumnya tidak mengetahui bahwa pilot berkewarganegaraan Indonesia termasuk dalam kelompok awak pesawat yang dilarang melakukan penerbangan menuju Israel.

Pemerintah Indonesia kini terus berkoordinasi dengan Ethiopian Airlines melalui KBRI Addis Ababa untuk memastikan hak-hak pilot WNI tetap terlindungi. Kemlu RI juga meminta agar evaluasi yang dilakukan maskapai dapat mencegah terulangnya kejadian serupa pada masa mendatang.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Penyebab Visa Ditolak, Periksa sebelum Mengajukannya

POPULARITAS.COM – Pengajuan visa tidak selalu berjalan lancar jika pemohon kurang cermat...

News

Banda Aceh Mulai Diselimuti Asap

POPULARITAS.COM – Wilayah Kota Banda Aceh mulai terpapar asap yang diduga berasal...

KesehatanNews

Risiko Kesehatan yang Mengintai Saat Sering Makan Makanan Instan

POPULARITAS.COM – Makanan instan sering jadi pilihan praktis bagi banyak orang karena...

News

Angkasa Pura Pastikan Penerbangan Bandara SIM Belum Terdampak Kabut Asap

POPULARITAS.COM – Angkasa Pura Indonesia memastikan hingga saat ini penerbangan di Bandara...

Exit mobile version