Home News Lebih dari Sebulan Mengungsi, Warga Bintang Pepara Menanti Hunian Aman
News

Lebih dari Sebulan Mengungsi, Warga Bintang Pepara Menanti Hunian Aman

Share
Sri Murni (tengah) saat menceritkan kejadian terjadi banjir bandang di wilayahnya. Foto : HO | Popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Bencana tidak serta merta menyurutkan semangat hidup masyarakat Kampung Bintang Pepara, Kecamatan Ketol, Aceh Tengah.

Meski sudah lebih dari satu bulan mengungsi di SMP Negeri 32 Takengon, para pengungsi memilih tidak berpangku tangan dan tidak hanya bergantung pada bantuan, melainkan berjuang mencari nafkah sebagai buruh harian demi menyambung hidup dan memenuhi kebutuhan keluarga.

Salah satunya adalah Sri Murni, pengungsi asal Bintang Pepara. Ia mengenang hari kejadian bencana yang memaksa dirinya dan keluarganya meninggalkan rumah.

“Kalau teringat itu masih nangis, Pak. Sedih kali. Nggak bisa diceritakan lagi”, kata Sri Murni, Minggu (4/01/2026).

Sudah lebih dari sebulan Sri Murni bersama puluhan keluarga lainnya bertahan di pengungsian. Kebutuhan pokok masih sangat bergantung pada bantuan, yang sering terhambat akibat akses jalan terputus dan distribusi logistik yang hanya dapat dilakukan melalui udara.

Di tengah keterbatasan itu, dia dan keluarga lainnya memilih bekerja sebagai buruh upah harian. “Ngutip cabe di bukit, upahnya sekitar Rp 50 ribu sehari. Itu untuk makan anak-anak. Alhamdulillah bisa bertahan”, tuturnya.

Namun, kebutuhan paling mendesak saat ini adalah tempat tinggal. Ia dan keluarga lainnya berharap segera dipindahkan dari lokasi pengungsian, mengingat aktivitas sekolah akan segera berjalan.

“Kami kepingin cepat pindah. Rumah gubuk pun tak apa, yang penting aman. Kami sudah takut kembali ke kampung lama, sudah tidak layak lagi”, katanya.

Harapan senada disampaikan oleh Reje Kampung Bintang Pepara, Misran. Ia menjelaskan bahwa saat ini terdapat 99 KK dengan total 360 jiwa yang mengungsi. Ketersediaan logistik pangan diperkirakan hanya cukup untuk empat hari ke depan. Selain itu, kebutuhan air bersih menjadi persoalan yang paling mendesak.

“Listrik belum berfungsi, kami masih mengandalkan bantuan genset pemerintah. Ekonomi masyarakat juga berat, rata-rata hanya dapat sekitar Rp 50 ribu per hari dari pekerjaan serabutan”, jelasnya.

Menjelang bulan Ramadhan, masyarakat berharap perumahan sementara dapat segera dibangun. Masyarakat bahkan telah sepakat untuk direlokasi ke tempat yang lebih aman demi keselamatan jangka panjang.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Marzuki Ali Basyah luncurkan buku ‘Polda Aceh Meutuah’

POPULARITAS.COM – Irjen Pol Marzuki Ali Basyah, rabu (3/6/2026), resmi luncurkan bukunya....

News

Gerindra Pidie Jaya : Pergantian pimpinan BGN perkuat program MBG

POPULARITAS.COM – Politikus partai Gerindra di Pidie Jaya, Fakhrurrazi mendukung penuh kebijakan...

InternasionalNews

Krisis Demografi Makin Nyata, Jepang Kehilangan 3 Juta Penduduk dalam 5 Tahun

POPULARITAS.COM – Jepang tengah menghadapi krisis demografi yang kian mengkhawatirkan. Dalam lima...

News

Dasco Mengaku Baru Dengar Kejagung Geledah Kantor BGN

POPULARITAS.COM – Wakil Ketua DPR sekaligus Ketua Harian Partai Gerindra, Sufmi Dasco...

Exit mobile version