Home Internasional Ledakan Dahsyat di Pabrik Militer Tennessee, 19 Orang Hilang
InternasionalNews

Ledakan Dahsyat di Pabrik Militer Tennessee, 19 Orang Hilang

Share
Share

POPULARITAS.COM – Sebuah ledakan dahsyat di pabrik militer Tennessee mengguncang kawasan Bucksnort, sekitar 96 kilometer barat daya Nashville. Ledakan yang terjadi di fasilitas militer milik Accurate Energetic Systems (AES) itu menewaskan dan menyebabkan 19 orang hilang yang dikhawatirkan tewas.

Sheriff Humphreys County, Chris Davis menyebut insiden tersebut sebagai salah satu peristiwa paling mengerikan yang pernah ia saksikan sepanjang kariernya.

“Tidak ada yang bisa dijelaskan. Pabrik itu sudah hilang,” ujar Davis saat konferensi pers, dikutip dari Metro UK pada Sabtu (11/10/2025).

Menurut Davis, sejumlah orang masih belum diketahui keberadaannya. Petugas pun masih berkoordinasi dengan keluarga dari korban yang hilang untuk memastikan identitas dan kondisi masing-masing.

“Saat ini ada beberapa orang yang belum ditemukan. Kami berusaha untuk memerhatikan keluarga dan situasi tersebut,” tambah Davis.

Rekaman video amatir menunjukkan ledakan besar di salah satu bangunan di puncak bukit menyebabkan kebakaran hebat, menghancurkan kendaraan di sekitarnya, dan menebarkan puing ke area yang luas.

Pihak berwenang mengatakan, serangkaian ledakan kecil yang terus terjadi setelah insiden awal membuat tim penyelamat kesulitan memasuki lokasi pabrik. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

Menurut Davis, sejumlah orang masih belum diketahui keberadaannya. Petugas pun masih berkoordinasi dengan keluarga dari korban yang hilang untuk memastikan identitas dan kondisi masing-masing.

“Saat ini ada beberapa orang yang belum ditemukan. Kami berusaha untuk memerhatikan keluarga dan situasi tersebut,” tambah Davis.

Rekaman video amatir menunjukkan ledakan besar di salah satu bangunan di puncak bukit menyebabkan kebakaran hebat, menghancurkan kendaraan di sekitarnya, dan menebarkan puing ke area yang luas.

Pihak berwenang mengatakan, serangkaian ledakan kecil yang terus terjadi setelah insiden awal membuat tim penyelamat kesulitan memasuki lokasi pabrik. Penyelidikan masih berlangsung untuk mengetahui penyebab pasti ledakan tersebut.

“Saya pikir rumah saya runtuh dan saya ada di dalamnya,” ujarnya.

“Saya tinggal sangat dekat dengan Accurate dan segera sadar bahwa ledakan itu pasti dari sana,” tambahnya.

Anggota DPR Partai Republik, Jody Barrett yang tinggal sekitar 24 kilometer dari lokasi juga mengaku mendengar suara ledakan itu.

“Kami benar-benar mendengarnya dari rumah, seperti sesuatu yang memecahkan atap,” katanya.

Barrett menambahkan, selain menyebabkan korban jiwa, insiden ini juga berpotensi menimbulkan dampak ekonomi besar karena pabrik AES merupakan salah satu pemberi kerja utama di daerah tersebut.

Menurut situs resminya, Accurate Energetic Systems memproduksi berbagai bahan dan perangkat untuk industri militer dan sipil, termasuk kedirgantaraan dan pembongkaran bahan peledak. Hingga kini, pihak perusahaan belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab ledakan maupun jumlah pasti korban.

Ledakan di pabrik militer Tennessee ini menjadi salah satu insiden industri paling mematikan di Amerika Serikat dalam beberapa tahun terakhir, dan proses investigasi masih terus dilakukan untuk memastikan faktor penyebabnya.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Sekapur Sirih dr Zaini Abdullah

POPULARITAS.COM – Kecintaannya kepada tanah kelahirannya, membuat pria bersura bariton ini, tak...

News

Abu Doto Berpulang

POPULARITAS.COM – Mantan Gubernur Aceh Zaini Abdullah atau Abu Doto meninggal dunia...

News

Pemerintah Aceh Prihatin atas Insiden di KMP Aceh Hebat 2

‎‎POPULARITAS.COM –  Pemerintah Aceh menyampaikan rasa prihatin yang mendalam atas insiden yang...

HukumNews

Kemenkum Aceh Desak Bener Meriah Bikin Qanun Perlindungan Alpukat hingga Gula Enau

POPULARITAS.COM –  Kantor Wilayah Kementerian Hukum (Kanwil Kemenkum) Aceh mendesak Pemerintah Kabupaten...

Exit mobile version