Home News LKPJ Bupati Pidie Jaya Diterima, dengan Sejumlah Catatan Kritis oleh Dewan
News

LKPJ Bupati Pidie Jaya Diterima, dengan Sejumlah Catatan Kritis oleh Dewan

Share
Rapat Banggar DPRK Bahas LKPJ Bupati Pidie Jaya. Poto : Nurzahri | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Badan Anggaran (Banggar) DPRK Pidie Jaya, mengkritisi Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban (LKPJ) Bupati setempat Tahun Anggaran 2026.

Kritikan itu disampaikan Banggar dalam sidang Paripurna DPRK Pidie Jaya, tentang LPKJ Bupati, Selasa (5/5/2026).

Ketua DPRK Pidie Jaya, A Kadir Jailani hadir dalam paripurna tersebut.

Lembaga legislatif itu menilai, secara umum dokumen LKPJ disusun sesuai ketentuan. Hanya saja terdapat sejumlah persoalan serius yang perlu mendapat perhatian serius Pemerintah Pidie Jaya.

Persoalan fundamental yang masih tercecer di Pidie Jaya yang musti diperhatikan Bupati Syibral itu diantaranya, lemahnya realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD), masalah lingkungan hingga ketersediaan lapangan kerja.

Sektor PAD Pidie Jaya TA 2025, realisasinya jauh dari yang ditargetkan. Dimana pemasukan daerah dari sektor tersebut hanya  Rp117,58 miliar dari target sebesar Rp151,29 miliar, atau hanya terealisasi atau 77,72 persen.

“Sejumlah OPD bahkan masih mencatat realisasi PAD di bawah 50 persen, sehingga perlu dilakukan evaluasi terhadap target dan potensi sumber pendapatan daerah,” ujar anggota Banggar Ammar.

Oleh karena itu, Bupati Pidie Syibral diminta perlu segera  bertindak untuk membenahi guna mengoptimalkan PAD sehingga realisasi dapat tercapai secara maksimal.

Sektor lingkungan, dewan melihat ada ketidak mampuan atau ketidakjelasan dalam penataan lingkungan di Pidie Jaya, yang dibuktikan tandai dengan masih banyaknya sungai dan fasilitas umum yang dijadikan tempat pembuangan sampah.

“Penanganan sektor lingkungan harus dioptimalkan, baik dari sisi kebijakan, penganggaran, maupun penegakan aturan, dengan melibatkan berbagai pihak,” ungkapnya.

Secara grafik, pastisipasi angkatan kerja menunjukkan peningkatan yang mencapai 60,31 persen. Hanya saja, disaat yang bersamaan justru tidak mampu dibarengi dengan ketersediaan lapangan kerja.

“Lapangan kerja masih relatif stagnan, sementara jumlah angkatan kerja terus bertambah setiap tahun. Kondisi ini perlu mendapat perhatian serius pemerintah daerah,” beber Ammar.

Untuk itu, Bupati Pidie Jaya, Syibral Malasyi didesak untuk mengambil langkah nyata, baik itu pembentukan unit pelatihan kerja guna meningkatkan keterampilan dan daya saing tenaga kerja lokal.

Legislatif juga juga mengkritisi menjamurnya  Struktur Organisasi Perangkat Daerah (SOTK). Mereka meminta bupati untuk mengevaluasi SOTK-SOTK yang tidak efektif.

Kendati demikian, dewan tetap mengapresiasi kinerja pemerintah daerah yang dinilai cukup responsif dalam menjalankan program pembangunan di tengah keterbatasan anggaran, termasuk dampak bencana hidrometeorologi pada akhir 2025.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Dinas PUPR Pidie belum serahkan dokumen proyek paska bencana Rp10 miliar untuk di lelang

POPULARITAS.COM – Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Pidie, hingga akan...

EdukasiNews

Terima Audiensi LLDIKTI, Wagub Fadhlullah Dorong Penguatan SDM dan Kolaborasi dengan PTS

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh menegaskan bahwa peningkatan kualitas SDM merupakan kunci kemajuan...

News

Pascamutasi, Dinas “Basah” di Pidie Masih Lowong Pimpinan

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak 45  pejabat tingkat eselon II,...

News

Ketua DPR Aceh Zulfadhli hadiri peringatan HUT ke-24 Kabupaten Nagan Raya

POPULARITAS.COM – Ketua DPR Aceh Zulfadhli, Minggu 19 Juli 2026 malam, hadiri...

Exit mobile version