Home News Mahasiswa PhD Makan Makanan Kucing demi Hidup Hemat di Swiss
NewsSosial dan Budaya

Mahasiswa PhD Makan Makanan Kucing demi Hidup Hemat di Swiss

Share
Makanan Kucing. Poto : HO | Halodoc
Share

POPULARITAS.COM – Seorang mahasiswa PhD asal China di Swiss menjadi viral setelah mengaku memenuhi kebutuhan proteinnya dengan makan makanan kucing. Ia menyebut dirinya sebagai “orang China paling hemat di Swiss”.

Mahasiswa tersebut hidup dengan pengeluaran sangat minim demi bisa membiayai kuliah doktoralnya di bidang kedokteran. Ia bahkan rela mendonorkan darah hanya untuk mendapatkan makanan gratis.

Setelah lulus dari sekolah kedokteran di China dan menabung sekitar 300.000 yuan (sekitar Rp 700 juta), ia melanjutkan studi PhD di salah satu institusi riset ternama di Swiss. Namun, biaya hidup yang tinggi membuat banyak mahasiswa internasional kewalahan.

“Di Swiss, seorang mahasiswa PhD membutuhkan sekitar 1.000 hingga 1.500 franc Swiss (Rp 20 juta–Rp 31 juta) per bulan. Banyak mahasiswa berhenti di tahun ketiga karena tak mampu membayar biaya kuliah dan hidup. Itu tidak bisa saya terima,” katanya, dikutip dari Meiri Renwu, Jumat (26/9/2025).

Karena mahasiswa internasional tidak diizinkan bekerja secara legal di Swiss, ia memilih hidup sehemat mungkin. Salah satu caranya adalah mengonsumsi makanan kucing yang dijual di supermarket.

“Banyak orang terkejut dengan pilihan saya. Namun, setelah dihitung, satu kantong 3 kg hanya seharga 3,75 franc Swiss (Rp 70.000-an) dan mengandung 32% protein. Itu jauh lebih murah dibanding sumber protein lain di sini,” jelasnya.

Ia juga berbagi “tip” unik: makanan kucing sebaiknya dimakan bersama kacang agar baunya tersamarkan. Bahkan, ia mengeklaim makanan tersebut membuat rambutnya lebih sehat dibanding teman-temannya sesama mahasiswa PhD yang mengalami kerontokan.

Selain itu, ia rutin mendonorkan darah di Swiss karena selain mendapat kompensasi, ia juga bisa menikmati makanan gratis.

“Di sini setelah donor, kamu bisa makan sepuasnya. Ada minuman, cokelat, sandwich, sup, keripik, hingga permen. Saya selalu donor pas jam makan siang supaya bisa makan banyak,” tulisnya di media sosial.

Kisahnya menuai beragam komentar di media sosial China. Ada yang memuji kegigihannya, ada pula yang heran dengan pilihannya. Seorang warganet menulis, “Saya coba makan makanan kucing setelah lihat videonya, tetapi rasanya amis sekali.”

 

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Kabupaten/Kota Perkuat Koordinasi dengan BWS dan BPJN

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah kabupaten/kota memperkuat...

News

Bupati Pidie Alokasikan Anggaran Rp125,6 M Untuk Gaji Tenaga PPPK-PW

POPULARITAS.COM – Pemerintah Pidie, telah mengalokasikan anggaran dana sebesar ratusan miliar rupiah...

EdukasiNews

Peringati Hardikda Aceh, Rektor USK Tegaskan Pendidikan Bukan Hanya Mengejar Angka dan Prestasi

POPULARITAS.COM – Rektor Universitas Syiah Kuala (USK) Profesor Mirza Tabrani, mengingatkan agar pendidikan...

News

Serapan TKD Bencana Sangat Rendah, Bupati Pidie Jaya Murka

POPULARITAS.COM – Serapan anggaran recovery pasca bencana Hidrometeorologi Pidie Jaya bersumber dana...

Exit mobile version