Home Headline Massa Bubarkan Konser Base Jam di Aceh Culinary Festival
HeadlineNews

Massa Bubarkan Konser Base Jam di Aceh Culinary Festival

Share
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Perhelatan Aceh Culinary Festival (ACF) di Taman Ratu Safiatuddin pada Minggu malam, 7 Juni 2019 sekira pukul 11.00 WIB berakhir ricuh.

Informasi yang dihimpun popularitas.com, puluhan massa mendatangi panggung tempat berlangsungnya acara. Mereka bermaksud ingin membubarkan penampilan band bintang tamu, Base Jam.

Baru melantunkan tiga lagu, massa lantas mendekat ke panggung dan meminta band tersebut menghentikan penampilannya. Massa juga terlihat berteriak-teriak meminta Base Jam bubar.

Massa juga mendekat ke bagian pengaturan audio mixer dan meminta operator menghentikan peralatan sound system.

Sempat terjadi keributan saling dorong antara massa dan pihak panitia.

Kajeut piyoh, kajeut piyoh nyan (sudah boleh berhenti, sudah boleh berhenti),” teriak massa.

Pantauan di lokasi, Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Aceh, Jamaluddin, dan Kabid Pemasaran Disbudpar Aceh Rahmadhani, tampak menenangkan massa.

Sebelumnya, protes sebagian masyarakat terhadap acara ACF bermula dari desain poster yang beredar di berbagai platfrom media sosial Aceh. Konten yang diprotes berupa karikatur Masjid Raya Baiturrahman berada di bawah personil grup band yang tidak berbusana, sesuai dengan peraturan daerah Aceh yang menerapkan syariat Islam.

Lantas, digelar pertemuan antara Dinas Kebudayaan dan Periwisata (Disbudpar) Aceh bersama massa yang melakap diri Tim Aswaja, di salah satu warung di Banda Aceh.

Di pertemuan itu diketahui, desain poster tersebut dibuat oleh tim kreatif Generasi Pesona Indonesia (GenPI), di bawah Kementerian Parawisata (Kemenpar) Republik Indonesia. Pihak dinas juga menyangkal bahwa desain poster bukan produk Disbudpar Aceh.

“Untuk itu, Budpar Aceh sudah meminta  mencabut konten tersebut, Kemenpar sudah meminta maaf atas kekhilafan tim mereka,” terang Ust Umar Rafsanjani selaku ketua tim Aswaja Aceh.

Sesuai kesepakatan dalam pertemuan, Tim Aswaja dengan Kadisbudpar Aceh juga meminta Base Jam sebagai bintang tamu tidak tampil dengan iringan musik pada malam penutupan ACF. Namun mereka diminta hanya mempromosikan kuliner Aceh di tingkat nasional dan mancanegera saja.

Dalam pertemuan singkat itu, Dedi Mubarak dari Anggota Front Pembela Islam (FPI) Aceh juga mengeluarkan sikap. Dia menyatakan, “Bila kesepatakan tersebut tidak diindahkan atau dilanggar, jika terjadi keributan malam penutupan itu di luar tanggung jawab kami.” (ASM)

Share
Tulisan Terkait
HeadlineNewsSepakbola

Torres Antar Spanyol Juara Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Kesabaran, disiplin, dan kecerdasan taktik akhirnya membawa Spanyol kembali ke...

InternasionalNews

AS Cabut Larangan TikTok di Perangkat Pemerintah setelah Restrukturisasi

POPULARITAS.COM – Departemen Kehakiman Amerika Serikat (AS) menyatakan, aturan yang mewajibkan penghapusan...

EkonomiNews

Bertemu Menlu Wang Yi, Menko Airlangga Dorong Kemitraan Strategis hingga Investasi Hijau

POPULARITAS.COM – Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian RI Airlangga Hartarto menggelar pertemuan...

InsfrastrukturNews

Pemerintah Aceh Percepat Kegiatan Tambahan TKD Pemulihan Pascabencana Hidrometeorologi

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh terus mempercepat pelaksanaan kegiatan Tambahan Transfer ke Daerah...