Home News Megawati: Sedikit-sedikit Asing, Kayak Enggak Ada Orang Pintar di Republik Ini
News

Megawati: Sedikit-sedikit Asing, Kayak Enggak Ada Orang Pintar di Republik Ini

Share
Sekjen PDIP: Nama calon presiden sudah di kantong Bu Mega
Ketua Umum Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) Megawati Soekarnoputri (kiri) berbincang dengan Sekjen PDIP Hasto Kristiyanto di sela penutupan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) I PDIP di Jakarta, Minggu (12/1/2020). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/foc.
Share

Presiden Ke-5 Republik Indonesia Megawati Soekarnoputri mengeluhkan banyaknya orang asing yang terlibat dalam pembangunan di Indonesia belakangan ini.

Dia mengatakan bukannya dirinya anti-asing, namun dia mempertanyakan apakah tidak ada orang Indonesia yang cukup pintar untuk dijadikan konsultan atau pelaksana proyek.

“Saya suka protes bukan saya anti asing bayangkan mau bikin ini aja konsultan orang asing, kalau sudah yang bikin orang asing, kayak enggak ada orang pintar di republik ini ya,” kata Megawati dalam pembukaan pameran daring dan dialog sejarah Buku-Buku Bung Karno, Selasa (24/11/2020).

Dia mempertanyakan kapan bangsa Indonesia bisa mengumpulkan akademisi bangsa. Dia bercerita Presiden Pertama Soekarno membangun Stadion Gelora Bung Karno.

Saat itu, kata dia, Gedung DPR dan GBK diminta dibangun tanpa tiang. Saat itu, 600-an akademisi dan ahli di bidangnya dikumpulkan oleh Bung Karno untuk membangun dua bangunan ikonik tersebut.

Namun, tutur Megawati, salah satu menterinya Bung Karno dan 600-an ahli itu meminta untuk mundur lantaran mengaku tidak sanggup. Namun, lanjut Ketua Umum PDIP itu, Bung Karno menceritakan soal perjuangannya memerdekakan bangsa Indonesia.

Bung Karno, lanjut Megawati, pun menantang mereka untuk membangun GBK dan Gedung DPR tersebut. Bung Karno pun memerintahkan mereka untuk meneruskan pembangunan GBK dan Gedung DPR.

“Waktu itu saya sendiri dengar itu ada ilmu, fisika atau matematika, itu tidak ada tiang, kalau lihat gedung DPR langsung tidak pakai tiang. itu membangun GBK, mereka menterinya mengatakan Bung Karno panggil, eh anak muda saya sudah muda dan akhirnya bisa dan memproklamasikan kemerdekaan dan membentuk negara kesatuan RI, gitu saja mundur, teruskan. Akhirnya jadi juga,” tutur Megawati.

Berkaca dari cerita tersebut, Megawati menuturkan yang diperlukan oleh anak muda dan akademisi bangsa Indonesia adalah kesempatan.

Sumber: CNN

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Tuding demo BEM UI untuk menjarah, Dokter Ayu dipecat dari Klinik First Care

POPULARITAS.COM – Manajemen Klinik First Care, akhirnya memberhentikan dr Ayu Bopha Devi...

News

Aroma kuah kari dan Shalawat Rasul untuk tanah Japakeh yang ingin bangkit

POPULARITAS.COM – Aroma kari menguar lebih dulu, jauh sebelum tenda-tenda itu tampak...

News

Dinilai tak layak, BGN tutup 2 ribu dapur MBG 

POPULARITAS.COM – Sebanyak lebih dari 2.000 dapur MBG di seluruh Indonesia, ditutup...

News

Komunitas pegiat sejarah dan budaya berduka, Piet Rusdi Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Aceh meninggal dunia

POPULARITAS.COM – Komunitas pegiat sejarah dan budaya Aceh, Piet Rusdi meninggal dunia....

Exit mobile version