POPULARITAS.COM – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti meninjau progres revitalisasi sekolah terdampak bencana di SD Negeri Utue, Kabupaten Pidie Jaya, sekaligus meresmikan hasil revitalisasi sejumlah sekolah tahun 2025 di SMKN Sigli, Kabupaten Pidie.
Dalam kunjungan tersebut, Abdul Mu’ti menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi sekolah-sekolah yang terdampak bencana di Aceh.
“Kami meninjau langsung progres pembangunan sekolah-sekolah yang terdampak bencana dan meresmikan sekolah yang telah selesai dibangun pada 2025. Sebagian lainnya masih dalam proses pembangunan dan ditargetkan selesai pada 2026,” ujar Abdul Mu’ti di Pidie, Senin (22/6/2026).
Mendikdasmen menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Aceh, pemerintah kabupaten/kota, serta jajaran TNI yang telah menjadi mitra strategis dalam pelaksanaan revitalisasi dan rekonstruksi sekolah.
Menurutnya, pemerintah menargetkan sebagian besar sekolahb yang terdampak bencana dapat kembali digunakan pada tahun ajaran baru 2026/2027. Untuk sekolah yang harus direlokasi ke lokasi baru, proses pembangunan masih berlangsung dan membutuhkan waktu lebih panjang.
“Bagi sekolah yang belum bisa dibangun karena menunggu relokasi, kami menyediakan ruang kelas darurat yang lebih representatif dan nyaman dibandingkan tenda darurat yang sebelumnya digunakan,” katanya.
Ruang kelas darurat tersebut, lanjut Abdul Mu’ti, dirancang untuk digunakan maksimal dua tahun hingga pembangunan sekolah permanen selesai dilakukan.
“Kami mohon masyarakat untuk terus bersabar dan mudah mudahan kita dapat memberikan yang terbaik bagi anak di Aceh ini sehingga proses revitalisasi, rehabilitasi, dan rekonstruksi dapat kita selesaikan dengan secepatnya dan pada tahun ajaran baru 2026-2027,” tegasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Aceh, Murthalamuddin, mengungkapkan hasil verifikasi faktual menunjukkan sebanyak 3.120 sekolah di Aceh terdampak bencana. Dari jumlah tersebut, sebanyak 1.287 sekolah atau 44% mengalami kerusakan sedang, 1.382 sekolah atau 47,33% mengalami kerusakan ringan, dan 188 sekolah atau 6,44% mengalami kerusakan berat.
“Sebanyak 63 sekolah harus direlokasi karena kondisi lahan tidak lagi memungkinkan digunakan. Saat ini sebagian besar proses relokasi sudah berjalan, dan kurang dari 20 sekolah masih menunggu ketersediaan lahan,” jelasnya.
Ia menambahkan, revitalisasi tahap pertama difokuskan pada sekolah-sekolah yang terdampak banjir. Di Kabupaten Pidie, sebanyak 21 sekolah hasil revitalisasi tahun 2025 telah diresmikan yaitu satu pendidikan anak usia dini (PAUD), dua sekolah dasar (SD), empat sekolah menengah pertama (SMP), 11 sekolah menengah atas (SMA), dua sekolah menengah kejuruan (SMK), dan satu sekolah luar biasa (SLB).
Menurut Murthalamuddin, kendala utama yang masih dihadapi adalah ketersediaan lahan untuk relokasi sekolah. Sesuai ketentuan, penyediaan lahan menjadi tanggung jawab pemerintah daerah untuk jenjang PAUD, SD, dan SMP, serta Pemerintah Aceh untuk SMA, SMK, dan SLB.
“Memang ada sekolah seperti di Aceh Tengah yang belum dilakukan revitalisasi itu karena belum adanya ketersediaan lahan,” ungkapnya
Ia menjelaskan, kendala lahan pembangunan sekolah ini karena lahan awal yang sudah hancur akibat banjir bandang dan harus direlokasi sementara syarat revitalisasi harus ada ketersediaan lahan .
Leave a comment