Home News Menkominfo: MiChat Sudah Janji Akan Take Down Akun Prostitusi Online
NewsTeknologi

Menkominfo: MiChat Sudah Janji Akan Take Down Akun Prostitusi Online

Share
Pemerintah serahkan 21 nama calon anggota KIP ke DPR RI
Menkominfo. (Foto: Indozone)
Share

POPULARITAS.COM – Menkominfo Johnny G Plate angkat bicara terkait aplikasi MiChat yang disalahgunakan untuk prostitusi online buntut dari kasus Cynthiara Alona. Johnny menyebut pihak MiChat di Indonesia sudah berjanji akan men-take down akun yang diduga melakukan prostitusi online.

“Aplikasi MiChat adalah aplikasi pesan singkat seperti WhatsApp, hanya sering disalahgunakan oleh pengguna di Indonesia untuk melakukan komunikasi kegiatan yang berbau prostitusi online. MiChat sendiri sudah ada perwakilannya di Indonesia, dan sudah berkomitmen untuk melakukan take down akun-akun di MiChat yang disalahgunakan oleh netizen di Indonesia yang melakukan janji pertemuan ataupun promosi kegiatan prostitusi online, yang dilaporkan oleh Kominfo, Polri ataupun masyarakat,” ujar Johnny kepada detikcom, Sabtu (20/3/2021).

Johnny mengatakan saat ini belum ada permintaan resmi dari polisi terkait akun-akun prostitusi online. Namun, dia menegaskan pihaknya akan terus berkoordinasi agar ruang digital Indonesia bersih dan bermanfaat.

“Belum ada formal request dari Polri, namun Tim Cyber Drone Kominfo akan berkoordinasi bersama Polri terkait pemanfaatan konten MiChat tersebut agar ruang digital kita bersih dan bermanfaat, sebagaimana amanat berbagai perundangan-undangan di Indonesia,” jelas Johnny.

Sebelumnya, polisi menggerebek hotel milik artis Cynthiara Alona di Kreo, Larangan, Kota Tangerang. Polisi mengungkap 30 kamar di Hotel Alona penuh terisi anak-anak korban eksploitasi seksual.

Polisi mengatakan Alona dan manajemen hotel juga memperbolehkan anak-anak itu menggunakan kamar hotel untuk prostitusi, meski tidak memiliki kartu tanda penduduk (KTP) yang menunjukkan identitasnya sudah dewasa. Anak-anak ini ditawarkan oleh muncikari ke pria hidung belang melalui media online, dan ditarif ratusan ribu hingga satu juta rupiah.

“Tarifnya yang dia terima melalui MiChat Rp 400 ribu sampai Rp 1 juta,” ucap Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Yusri Yunus saat ditanya mengenai tindakan terhadap aplikator, di Polda Metro Jaya, Jakarta, Jumat (19/3).

Yusri juga mengatakan pihaknya akan berkoordinasi dengan Kominfo untuk menurunkan aplikasi MiChat itu. Polda Metro Jaya juga bakal berkoordinasi dengan virtual police.

“Kami berkoordinasi dengan Kominfo agar bisa men-take down dan kami ada virtual police,” katanya.

“Kami sudah berkoordinasi dengan teman-teman Kominfo agar bisa menekan tapi ini berjalan terus. Mereka kucing-kucingan, bukan cuma prostitusi online saja,” tambah Yusri.

Sumber: detik

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

Exit mobile version