POPULARITAS.COM _ Menteri Sosial Saifullah Yusuf atau Gus Ipul mengajak masyarakat untuk aktif memperbarui data bantuan sosial (bansos) guna memastikan bantuan pemerintah benar-benar tepat sasaran.
“Saya ingin mengajak masyarakat, jangan hanya mengeluh, jangan hanya protes, tetapi juga aktif untuk ikut memutakhirkan data,” kata Gus Ipul seusai rapat pleno Komite Percepatan Transformasi Digital Pemerintah yang digelar di Kantor Dewan Ekonomi Nasional (DEN), Jakarta, Selasa (26/8/2025).
Melalui sistem digital yang tengah dikembangkan, masyarakat kini dapat langsung mengajukan perubahan data menggunakan fitur usul dan sanggah, tanpa harus melalui prosedur manual yang rumit.
Sistem ini akan memanfaatkan teknologi artificial intelligence (AI) untuk membantu proses verifikasi data secara otomatis, cepat, dan transparan.
“Kalau banyak gerakan ini dilakukan oleh masyarakat, maka data kita makin akurat, sasaran itu akan lebih tepat,” ujarnya.
Program digitalisasi bansos ini akan diuji coba pada pekan ketiga September 2025 di Banyuwangi, Jawa Timur, yang akan diresmikan Presiden Prabowo Subianto.
Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Perpres Nomor 83 Tahun 2025 tentang Komite Reformasi Digital Pemerintah yang bertujuan mereformasi tata kelola data dan layanan sosial berbasis teknologi.
Gus Ipul menyebut, saat ini sekitar 45% program bantuan sosial dari Kementerian Sosial masih salah sasaran (mistargeted). Ia optimis, sistem digital berbasis AI ini akan secara drastis mengurangi kesalahan distribusi bantuan.
“Program Kementerian Sosial itu ada 45% mistargeted. Saya percaya sistem ini akan membuat program pemerintah lebih tepat sasaran,” pungkasnya.

Leave a comment