POPULARITAS.COM – Setiap kali bulan suci Ramadan tiba, ada satu hidangan yang selalu dinanti masyarakat yaitu mie caluk. Kuliner khas Aceh ini seakan menjadi menu wajib berbuka puasa, hadir di berbagai sudut kota hingga ke kampung-kampung, dan tak pernah kehilangan penggemarnya dari tahun ke tahu
Kuliner khas Aceh ini terbuat dari mi lidi atau mi tepung yang direbus, lalu disiram dengan kuah kacang khas yang gurih dan sedikit pedas. Kemudian mi ini disajikan dengan pelengkap yakni kerupuk merah, timun segar, dan gorengan. Meski sederhana, tetapi mampu menggugah selera.
Sekilas tampilannya sederhana, namun cita rasanya begitu khas dan melekat di lidah. Tak heran, setiap sore menjelang azan Magrib, lapak-lapak penjual mie caluk selalu dipadati pembeli.
Salah seorang pedagang, Rahma mengaku penjualan mie caluk meningkat drastis selama ramadan.
“Kalau hari biasa paling habis 30 porsi. Saat puasa bisa sampai 80 porsi sehari. Banyak yang pesan untuk berbuka bersama keluarga,” kata Rahma, Minggu (1/3/2026)
Bagi masyarakat Aceh, mie caluk bukan sekadar makanan. Hidangan ini telah menjadi bagian dari tradisi berbuka yang turun-temurun. Tekstur mie yang lembut dan saus kacang yang kaya rasa dianggap pas untuk mengisi energi setelah seharian menahan lapar dan dahaga.
Selain rasanya yang nikmat, harganya pun terjangkau, mulai dari Rp5.000 hingga Rp10.000 per bungkus, sehingga membuatnya makin digandrungi berbagai kalangan, termasuk kaum milenial.
Sementara itu, Aulia seorang pembeli mengatakan dirinya hampir setiap sore membeli mie caluk untuk menu berbuka puasa. “Rasanya beda, ada kenangan masa kecil. Dari dulu kalau puasa pasti ada mie caluk di rumah,” kata Aulia.
Bagi masyarakat Aceh, mie caluk bukan sekadar makanan, melainkan bagian dari tradisi yang terus terjaga. Harganya yang terjangkau serta cita rasa yang konsisten membuat kuliner ini tetap bertahan di tengah maraknya makanan kekinian.

Leave a comment