POPULARITAS.COM – Hoda Niku, model dan aktris asal Iran yang berkarier di Korea Selatan, melontarkan kritik tajam terhadap keputusan pemerintah Korea Selatan yang akan menyalurkan bantuan kemanusiaan senilai US$500.000 atau sekitar Rp8,5 miliar kepada Iran.
Bantuan tersebut rencananya disalurkan melalui lembaga internasional, termasuk Palang Merah Internasional. Namun, Niku meragukan efektivitas penyalurannya hingga ke tangan masyarakat sipil Iran.
Dikutip dari Korea JoongAng Daily, Kamis (16/4/2026), Niku menyampaikan keberatannya secara terbuka melalui unggahan di media sosial. “Bahkan satu dolar pun dari bantuan itu tidak akan sampai kepada rakyat biasa,” tulisnya.
Ia bahkan menyebut langkah tersebut sebagai bentuk dukungan nyata terhadap terorisme. Niku menuding dana tersebut berpotensi disalahgunakan oleh pemerintah Iran untuk kepentingan militer.
“Jika uang dikirim ke Iran saat ini, uang itu akan jatuh ke tangan kediktatoran yang telah membantai 40.000 orang dan akan digunakan untuk pembelian senjata dan tindakan terorisme,” ujarnya.
Niku mengibaratkan kebijakan bantuan itu seperti menuangkan air ke dalam ember yang bocor — tidak akan memperbaiki kondisi masyarakat dan justru salah sasaran.
Ia juga menegaskan bahwa rakyat Iran tidak menghendaki dukungan apa pun diberikan kepada pemerintah yang berkuasa atas nama mereka. “Rakyat Iran tidak membutuhkan uang atau dukungan. Mereka tidak menginginkan dukungan apa pun diberikan kepada rezim atas nama mereka,” tulisnya.
Setelah unggahan tersebut menarik perhatian luas, Niku menghapus pernyataannya dan memberikan klarifikasi. Ia menyebut komentarnya dimaksudkan untuk mewakili aspirasi sebagian warga Iran yang secara langsung menghubunginya.
Dalam klarifikasi lanjutan, Niku mengakui bahwa bantuan kemanusiaan tetap penting, khususnya bagi korban luka dan masyarakat terdampak. Namun ia menekankan tantangan distribusi yang nyata di tengah kondisi politik Iran saat ini.
Niku bukan nama baru dalam isu hak asasi manusia Iran. Ia pernah meraih posisi ketiga dalam ajang Miss Iran 2018 dan dikenal aktif menggunakan platform media sosialnya untuk mengkritik berbagai kebijakan pemerintah Iran. (hsn)

Leave a comment