Home News Mualem Intruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana
News

Mualem Intruksikan Distanbun Pacu Penanganan Petani Terdampak Bencana

Share
Plt kadistanbun Aceh, Azanuddin, melaporkan kepada Gubernur terkait perkembangan pemulihan di sektor pertanian dan perkebunan Aceh pasca bencana. Per tanggal 1 September 2026, serapan anggaran sudah sekitar 53%. Foto : Humas Pemerintah Aceh | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), mengarahkan Pelaksana Tugas Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Azanuddin Kurnia untuk memacu pekerjaan penanganan masalah petani yang terdampak bencana hidrometeorologi.

“Kerahkan semua sumber daya yang ada, bangun kolaborasi dengan para pihak terutama kepada dinas kabupaten/kota, TNI, dan kelompok tani,” kata Gubernur Mualem melalui Juru Bicara Pemerintah Aceh, Nurlis Effendi, di Banda Aceh, Kamis (3/9/2026).

“Pak Gubernur juga memberi arahan kepada Pak Azanuddin untuk memperkuat komunikasi dan hubungan yang baik dengan Kementerian Pertanian yang memfasilitasi berbagai kegiatan pertanian di Aceh,” katanya.

Nurlis menjelaskan Gubernur Mualem juga sudah mengarahkan langsung Plt. Kadistanbum di ruang kerja Gubernur Aceh, Banda Aceh, pada Rabu (2/9/2026).

Pada kesempatan tersebut, kata Nurlis, Gubernur Mualem menerima laporan dan penjelasan dari Azanuddin terkait perkembangan di sektor pertanian dan perkebunan Aceh.

“Pak Gubernur berharap semua yang difasilitasi Kementan untuk 2026 bisa selesai semua. Beliau mengimbau kepada kelompok tani dan TNI serta para pihak yang mendapatkan kegiatan ini agar benar-benar melaksanakannya sesuai aturan,” kata Nurlis.

Plt. Kadistanbun menyebutkan jumlah sawah rusak berat sekitar 16. 276 ha yang belum ditangani. Gubernur meminta semua yang sudah direncanakan Distanbun Aceh agar terus dilanjutkan.

“Gubernur mengarahkan Plt. Kadistanbun agar Pemerintah Aceh mengirim surat kepada Mentan dan Menteri ATR/BPN untuk proses percepatan,” kata Nurlis.

Kepada Mentan, Gubernur Mualem meminta dilakukan kajian cepat perhitungan biaya per hektar sehingga memudahkan pelaksanaan survey investigasi disain sebelum dilaksanakan pekerjaan fisik nantinya.

Kepada Kemen ATR/BPN, Gubernur meminta bantuan identifikasi dan pemetaan batas lahan. Hal ini pernting dilakukan karena batas lahan sawah rusak berat umumnya sudah tidak kelihatan lagi.

Secara umum, kata Nurlis, Gubernur Mualem memandang paparan Plt. Kadistanbun sebagai upaya mempercepat proses penanganan sawah rusak berat.

Berkaitan dengan bantuan Kementan berupa alat mesin pertanian kepada kabupaten/kota, Gubernur Mualem berpesan agar benar-benar dimanfaatkan untuk mendukung ketahanan dan swasembada pangan.

“Jangan hanya dijadikan pajangan, tapi manfaatkan untuk mendukung semua pekerjaan para petani. Kelola dengan baik.”

Selain itu, Nurlis menambahkan, bahwa Gubernur Mualem meminta semua benih dan bibit bantuan baik itu padi, jagung, kopi, kakao, kelapa, dan karet yang saat ini juga sedang berproses diharapkan bisa mempercepat pemulihan Aceh pasca bencana.

“Manfaatkan sebaik mungkin agar kita bisa kembali seperti sediakala bahkan kalau bisa lebih baik dari sebelumnya.”

Azanuddin, sebelumnya melaporkan kepada Gubernur terkait perkembangan pemulihan di sektor pertanian dan perkebunan Aceh pasca bencana. Per tanggal 1 September 2026, serapan anggaran sudah sekitar 53%.

Ia meyakini, tahun ini sekitar 40.852 ha sawah rusak ringan dan sedang akan selesai ditangani termasuk kegiatan pendukungnya. “Kami meminta kawan-kawan dinas kabupaten/kota terus mengawal dan mengawasi pekerjaan di lapangan,” katanya.

Terkait pekerjaan yang langsung ditangani Kementan, Azanuddin meminta kepada dinas kabupaten/kota yang belum selesai CPCL agar mempercepat dengan tetap memenuhi kriteria sesuai peraturan perundangan yang berlaku.

Sebelumnya pada berbagai kesempatan, Azanuddin memberikan masukan untuk pemulihan sawah rusak berat dengan strategi melalui 4 cara yaitu ; pertama lumpur di sawah dimanfaatkan sebagai bahan galian C untuk berbagai proyek pemerintah ataupun lainnya.

Kedua dengan menanam tanaman muda yang sesuai dengan kondisi lahan. Ketiga dengan menjadikan material lumpur tersebut menjadi bahan baku untuk bata ringan atau bata merah. Keempat dengan melakukan rehab sawah rusak berat untuk mengembalikan seperti sawah sebelum bencana.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Bupati Sibral Malasyi Tunjuk Rahmat Rizal Sebagai Plt Kadis Pertanahan Pidie Jaya

POPULARITAS.COM – Bupati Sibral Malasyi menunjuk Kepala Bagian Hukum Rahmat Rizal sebagai...

News

Kemenag Pulihkan 776 Rumah Ibadah Lintas Agama Pascabencana Sumatera

POPULARITAS.COM – Kementerian Agama (Kemenag) memulihkan sedikitnya 776 rumah ibadah lintas agama...

NewsSyariat Islam

Plt. Sekda Lepas Kafilah Aceh Mengikuti MTQ Tingkat Nasional ke-31

POPULARITAS.COM – Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, secara resmi...

EkonomiNews

Pemerintah Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

POPULARITAS.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik mendorong zakat, infak,...

Exit mobile version