POPULARITAS.COM – Satuan Tugas Percepatan Rehabilitasi dan Rekonstruksi (Satgas PRR) Sumatera menyatakan pemulihan Provinsi Aceh pascabencana memasuki fase rehab rekon mulai Agustus 2026.
Kepala Posko Wilayah Aceh Satgas PRR Sumatera Safrizal ZA di Banda Aceh, mengatakan fase rehab rekon akan ditetapkan pada akhir Juli mendatang setelah melewati tahapan siaga darurat, tanggap darurat, dan fase masa transisi tanggap darurat.
“Sedikit lagi, pemulihan Aceh pascabencana meninggalkan tahapan tanggap darurat menuju tahapan pascabencana atau rehabilitasi dan rekonstruksi. Pada 30 Juli nanti diputuskan masuk fase rehabilitasi dan rekonstruksi,” katanya
Safrizal mengatakan ada sejumlah indikator yang menjadi pertimbangan pemerintah memasuki fase rehabilitasi rekonstruksi pemulihan pascabencana di Provinsi Aceh.
Indikator tersebut diantaranya pemerintahan di wilayah terdampak bencana sudah berjalan 100 persen. Pemerintahan sudah berfungsi semuanya, kendati ada sejumlah kantor pemerintahan desa rusak berat.
“Seperti juga di dinas-dinas di Kabupaten Aceh Tamiang yang terdampak parah bencana hidrometeorologi, sudah pulih. Praja IPDN diterjunkan selama dua bulan di kabupaten tersebut guna memulihkan infrastruktur pemerintahan,” katanya, dilansir Antara, Jumat (24/7/2026).
Kemudian, kata Safrizal, layanan kesehatan masyarakat juga sudah berjalan normal. Walau ada puskesmas melayani kesehatan masyarakat di rumah dinas karena bangunan sedang dalam proses rehabilitasi.
Safrizal menambahkan layanan pendidikan juga sudah pulih, proses belajar mengajar peserta didik berlangsung lancar. Kendati begitu ada beberapa bangunan sekolah rusak dan menumpang belajar di bangunan lainnya.
Sekolah terdampak bencana hidrometeorologi di Aceh mencapai mencapai 3.120 unit dan sebanyak 41 sekolah direlokasi. Aktivitas sekolah-sekolah tersebut sudah pulih,” katanya.
Sedangkan pemulihan akses transportasi darat, semua jalan sudah berfungsi dan bisa dilalui. Akses transportasi darat tersebut ditingkatkan pada fase rehabilitasi dan rekonstruksi, seperti jalan dan jembatan.
“Dari aspek ekonomi, aktivitas pasar masyarakat sudah berlangsung normal. Dari sebanyak 127 pasar terdampak bencana hidrometeorologi, hampir sebagian besar sudah beroperasi kembali. Ini berarti aktivitas ekonomi masyarakat sudah normal, walau belum pulih 100 persen,” katanya.
Safrizal mengatakan fokus saat ini adalah penyelesaian pembangunan hunian tetap. Proses pembangunan hunian tetap sudah mencapai 4,9 persen atau 401unit dari 37.373 unit.
“Tahun ini, sudah ada alokasi anggaran sekitar Rp2 triliunan untuk pembangunan hunian tetap tahap pertama. Ada dua kategori hunian tetap yang dibangun yakni komunal dan insitu. Syarat pembangunannya harus di zona aman,” kata Safrizal.


Leave a comment