Home Internasional Negara-negara maju sepakat tutup PLTU batu bara pada 2030
Internasional

Negara-negara maju sepakat tutup PLTU batu bara pada 2030

Share
Negara-negara maju sepakat tutup PLTU batu bara pada 2030
FOTO : Ilustrasi.
Share

POPULARITAS.COM – Negara-negera maju yang tergabung dalam kelompok G7, menyepakati untuk menutup seluruh pembangkit listrik tenaga uap (PLTU) pada 2030 dan paling lambat 2035 mendatang. Hal tersebut diputuskan oleh para Menteri Energi dalam pertemuan, Senin (29/4/2024).

Menurut para Menteri G7, keputusan menutup PLTU batu bara sebagai bagian dari komitmen global untuk memerangi krisis iklim.

”Kami memiliki kesepakatan untuk menghentikan penggunaan batubara secara bertahap pada paruh pertama tahun 2030-an,” kata menteri Inggris di Departemen Keamanan Energi dan Net Zero, Andrew Bowie.

Dia mengatakan hal tersebut kepada televisi Class CNBC Italia di Turin, tempat pertemuan tersebut.

“Ini adalah perjanjian bersejarah, sesuatu yang tidak dapat kami capai pada COP28 di Dubai tahun lalu,” tambahnya, mengacu pada konferensi perubahan iklim PBB.

“Kehadiran negara-negara G7 untuk menyampaikan sinyal tersebut kepada dunia – bahwa kita, negara-negara maju berkomitmen untuk menghentikan penggunaan batubara pada awal tahun 2030-an – sungguh luar biasa,” tambahnya.

Para menteri yang hadir diperkirakan akan menyelesaikan perjanjian tersebut pada Selasa (30/4), menurut Menteri Energi Italia Gilberto Pichetto Fratin.

Departemen Luar Negeri AS menolak membahas perjanjian yang dilaporkan tersebut.

Pemerintahan Biden pekan lalu meluncurkan peraturan penting yang bertujuan mengurangi emisi berbahaya dari pembangkit listrik, yang mewajibkan fasilitas batubara dan gas alam baru untuk mengurangi 90 persen polutan iklim pada 2032.

Peraturan tersebut diperkirakan akan mengurangi emisi karbon dioksida dari sektor tersebut sebesar 75 persen dibandingkan tingkat pada tahun 2005.

Aturan tersebut akan berlaku jika Biden memenangi pemilihan kembali pada musim gugur ini.

Jika saingannya, Donald Trump, berhasil kembali ke Ruang Oval, mantan presiden tersebut telah berjanji untuk mengakhiri program-program untuk melawan pemanasan global, yang dia sebut sebagai “hoax.”

Share
Tulisan Terkait
InternasionalNews

Eksekusi Mati Pezina di Tanah Suci, Hubungan Saudi dan Bangladesh Memanas

POPULARITAS.COM –  Hubungan bilateral Bangladesh dan Kerajaan Arab Saudi tengah diuji. Baru-baru...

Internasional

Kapal super tangker pengangkut minyak meledak di Selat Hormuz, IRGC Iran : jalur ilegal

POPULARITAS.COM – Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran mengumumkan...

InternasionalNews

Baru 5 Hari Kerja, Sekretaris Pers Donald Trump Dipecat

POPULARITAS.COM –  Sekretaris pers Gedung Putih Katie Zacharia dipecat, padahal baru lima...

InternasionalNews

Gegara Gunting Hilang, 20 Lebih Penerbangan di Naha Jepang Terganggu

POPULARITAS.COM – Masalah sebuah gunting mendadak hilang mampu mengganggu jadwal penerbangan sekaligus...

Exit mobile version