Home News Ombudman Aceh Usul Gunakan Dana Otsus Atasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi
News

Ombudman Aceh Usul Gunakan Dana Otsus Atasi Kelangkaan Pupuk Bersubsidi

Share
Alokasi pupuk subsidi untuk Aceh tahun 2024 sebanyak 213.150 ton
Ilustrasi petani menabur pupuk. Foto: net
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Ombudsman RI Perwakilan Aceh, Dr Taqwadin menyampaikan, pihaknya menemukan fakta di lapangan petani mengeluh akibat kelangkaan pupun bersubsidi.

Bahkan berulang setiap tahunnya, sehingga membuat petani resah. Padahal pupuk menjadi kebutuhan dasar bagi mereka, untuk menghasilkan panen yang maksimal.

Untuk mengatasi kelangkaan pupuk di Serambi Makah di tengah pandemi. Taqwadin menawarkan dua opsi. Langkah pertama untuk jangka pendek, adanya  sinergitas pemangku kepentingan di Aceh untuk melobi pemerintah pusat untuk mengatasi kelangkaan pupuk bersubsidi.

Selanjutnya untuk jangka panjang, Taqwadin meminta Pemerintah Aceh membeli pupuk dengan menggunakan dana Otsus yang  kemudian pupuk tersebut disubsidikan kepada para petani.

“Dari pada dana Otsus terjadi silpa dan dikembalikan ke pusat, lebih baik digunakan untuk kepentingan rakyat,” kata Taqwadin, Kamis (17/9/2020

Mengenai ketentuan hukum, sebut Taqwadin, sudah diatur dalam Pasal 183 Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintah Aceh. Ia berharap kelangkaan pupuk subsidi tidak lagi terjadi pada tahun-tahun berikutnya.

Kabid Sarpras Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) Aceh, Fakhrurrazi mengatakan, saat ini sekitar 38 persen pupuk bersubsidi yang tersedia dari total kebutuhan masyarakat. Sehingga terjadi kelangkaan pupuk subsidi untuk petani di lapangan.

“Stock hanya tersisa sekitar 33 ribu ton untuk Aceh, sedangkan banyak daerah sedang musim tanam. Ini yang menjadi kekhawatiran akan kelangkaan pupuk nantinya” sebut Fakhrurrazi.

Lanjutnya, akan ada penambahan 1,2 juta ton pupuk subsidi untuk nasional, nanti akan dibahas untuk pembagian. “Kita berharap mendapat jatah yang memadai guna menghindari kelangkaan,” tambahnya.

Sementara itu, Direktur Keuangan dan Umum PT. PIM, Roehan Syamsul, pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa PT. PIM selaku produsen pupuk yang berlokasi di Aceh memiliki stock yang cukup untuk kebutuhan petani jika ada permintaan tambahan pupuk subsidi dari Pemerintah.

“Perusahaan kami memiliki stock yang cukup untuk subsidi. Yang kita sayangkan, quota pertama untuk Aceh sekitar 74 ribu ton, kemudian terjadi revisi menjadi 56 ribu ton. Sehingga terjadi kekurangan quota untuk tahun 2020 ini,” lanjut Roehan.

Roehan juga menambahkan bahwa perlu adanya penambahan quota pupuk subsidi serta adanya kartu tani untuk salah satu solusinya.[acl]

Editor: Acal

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

News

BMKG: Aceh Masih Berpotensi Dilanda Hujan Lebat hingga Angin Kencang

POPULARITAS.COM – Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas I...

InternasionalNews

Kebakaran Hotel Tewaskan 21 Orang di India, Mayoritas Warga Asing

POPULARITAS.COM – Kebakaran hebat melanda sebuah hotel di New Delhi pada Rabu...

News

Dolar AS Menguat, Harga Obat Naik hingga 10 Persen

POPULARITAS.COM – Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat kembali tertekan hingga...

Exit mobile version