POPULARITAS.COM – Kelangkaan Liquefied Petroleum Gas (LPG) di Pidie Jaya, sudah terjadi lebih dua pekan pasca bencana alam banjir bandang, dan belum teratasi. Akibatnya, masyarakt Pidie Jaya, “menjerit” disebabkan kelabakan dalam mencari gas LPG untuk dapat membuat dapur ngebul.
Tak jarang masyarakat yang masih tertekan akibat banjir bandang itu terpaksa harus mencari kayu-kayu bakar untuk dapat memasak nasi dan air minum untuk kebutuhan
Sejumlah pelaku usaha bahkan merasa kesulitan akibat kelangkkan gas LPG itu.
“Sangat langka gas sekarang. Kami sangat kesusahan,” kata Ismail, salah seorang warga Pidie Jaya kepada popularitas.com, Selasa (16/12/2025).
Pemerintah Pidie Jaya melalui Kepala Bagian Ekonomi, Saifuddin, mengaku sudah menyurati pertamina pada Senin 15 Desember 2025. Saifuddin mengakui, kelangkaan gas tidak hanya terjadi di Pidie Jaya, namun juga terjadi di seluruh Aceh.
Dalihnya, kelangkaan itu disebabkan terputusnya akses transportasi di Kabupaten Bireun. Sehingga menyebabkan proses pendistribusian dari jalur darat terkendala.
“Informasi dari Pertamina Aceh, gas masih dipasok melalui jalur laut,” kata Kabag Ekonomi Pidie Jaya, Saifuddin, Selasa (16/12/2026).
Dia mengakui, pasca muncul persoalan kelangkaan gas di daerah setempat ia baru sekali menyurati Pertamina, pada Senin 15 Desember 2025.
“Selama masa tanggap darurat sudah pernah menelpon dan sudah pernah menyurati Pertamina Aceh. Baru sekali,” ucapnya.

Leave a comment