Home Internasional Pekerja Asal Indonesia Sambut Kenaikan Upah Kurir Makanan di Australia
InternasionalNews

Pekerja Asal Indonesia Sambut Kenaikan Upah Kurir Makanan di Australia

Share
Kurir Makanan di Australia. Foto : HO | popularitas.com
Share

POPULARITAS.COM – Sekitar 250.000 pengemudi ojol di Australia akan terpengaruh dengan perubahan upah kurir makanan, yang tidak hanya akan menerima upah minimum lebih tinggi, tapi juga mendapat perlindungan asuransi.

Seorang kurir mkanan asal Indonesia, yang bekerja di Australia, Alvien, berharap perubahan ini setidaknya akan lebih memberikan kepastian bagi para pengirim makanan.

“Dengan adanya perubahan ini, kami sebagai gig workers jadi bisa merasakan pendapatan yang lebih mendekati pekerja pada umumnya, terutama karena ada kepastian mengenai minimum earnings per hour (pendapatan per jam),” kata Alvien ABC Indonesia.

“Dengan adanya minimum payment (upah minimum) yang lebih pasti, setidaknya sekarang kami punya kepastian bahwa setiap jam yang kami habiskan untuk bekerja akan mendapatkan bayaran yang lebih layak,” sambungnya.

Sammy, warga Indonesia di Melbourne juga menyambut perubahan upah minimum bagi kurir makanan, karena menurutnya bisa membantu meningkatkan kesejahteraan pengemudi.

Penjelasan soal upah baru kurir makanan Upah minimum hanya berlaku untuk engaged time atau waktu aktif, yakni periode waktu aktif yang dimulai sejak pekerja menerima pesanan pengiriman sampai mengantarkannya.

Waktu yang dihabiskan untuk menunggu pesanan di antara pekerjaan tidak dibayar. Besar upah tergantung moda transportasi: Berjalan kaki atau sepeda, termasuk sepeda listrik: 31,30 dollar Australia (Rp 395.000) per jam.

Sepeda motor atau skuter: 31,50 dollar Australia (Rp 398.000) per jam. Mobil: 32 dollar Australia (Rp 404.000) per jam.

Platform seperti Uber Eats atau Door Dash, harus meninjau pendapatan selama satu siklus, yakni 21 hari. Jika total upah pekerja berada di bawah standar minimum per jam untuk waktu aktif mereka, maka platform harus membayar selisih tambahan.

Perusahaan juga diwajibkan untuk menyediakan asuransi kecelakaan pribadi minimum dan proses penyelesaian sengketa yang jelas.

Alvien mengatakan kurir makanan berbasis aplikasi menghadapi sejumlah tantangan, seperti menunggu pesanan, menghadapi kondisi restoran yang sedang penuh, sampai berhadapan dengan pelanggan. “Saya sendiri menggunakan e-bike (sepeda listrik), jadi secara fisik mungkin lebih melelahkan dibandingkan menggunakan motor atau mobil,” ujarnya.

Ia mengatakan belum terpikir untuk menjadi pengirim makanan full time, karena masih ingin melihat bagaimana sistem dan penerapannya.

Sekretaris nasional Transport Workers Union (TWU), Michael Kaine, mengatakan perubahan ini sudah direncanakan selama satu dekade. “Ini benar-benar sejarah yang sedang dibuat, bukan hanya di Australia, tetapi di seluruh dunia,” kata Michael.

Sementara terkait keselamatan pengirim makanan, menurut Serikat Pekerja Transportasi, setidaknya 25 pekerja lepas telah meninggal sejak 2017.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Besok, Mualem lantik Taufik jadi Pj Sekda Aceh

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh Muzakir Manaf, Senin (12/10/2026) dijadwalkan akan melantik Taufiq...

Internasional

Gempa 7,5 Magnitudo guncang Panama, status darurat

POPULARITAS.COM – Panama mengumumkan pada Sabtu (10/10) status darurat untuk mengoordinasikan upaya...

Internasional

9 tewas dalam serangan brutal di Amerika Serikat

POPULARITAS.COM – Sembilan warga Amerika Serikat dinyatakan tewas. Hal itu terjadi dalam...

HeadlineInternasional

Pasukan Yaman lumpuhkan 1.150 tentara kelompok Houthi kurun 24 jam

POPULARITAS.COM – Pertempuran kurun 24 jam diberbagai wilayah di Yaman, sebabkan tidak...

Exit mobile version