Home News Pemerintah Aceh Diminta Siapkan Tenaga Medis Cadangan
News

Pemerintah Aceh Diminta Siapkan Tenaga Medis Cadangan

Share
DPRK Usulkan Pemko Uji Usap 5.000 Warga di Banda Aceh
Ilustrasi, Tes Swab, 54 Warga Lhokseumawe Negatif Corona. (popularitas/Risky)
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Dewan Perwakilan Rakyat Aceh (DPRA) meminta Pemerintah Provinsi Aceh melalui gugus tugas percepatan penanganan (GTPP) COVID-19 untuk mulai menyiapkan tenaga kesehatan cadangan, seiring bertambahnya paramedis yang terinfeksi Virus Coronadisease 2019.

Ketua Komisi V DPR Aceh M Rizal Falevi Kirani mengatakan pihaknya mendukung langkah yang diusulkan Ikatan Dokter Indonesia (IDI) Aceh ke pemprov untuk melakukan rekrutmen relawan penanganan pandemi COVID-19 di Tanah Rencong ini.

“Sudah saatnya Pemerintah Aceh atau tim gugus tugas merekrut tenaga yang memahami tentang itu, dan harus dibekali dengan SOP (Standar Operasional Prosedur) protokol kesehatan yang ditetapkan oleh WHO,” katanya, di Banda Aceh, Jumat, 7 Agustus 2020.

Namun, kata dia, Pemerintah Aceh juga harus mengevaluasi proses penanganan pasien COVID-19, sekaligus jumlah tenaga medis yang terpapar dan dinyatakan positif COVID-19.

“Jadi bicara ini tidak serta merta juga, harus ada skema yang diatur dengan baik. Tidak hanya paramedis, pemerintah juga harus memikirkan alat kesehatan disiapkan dengan baik,” ujarnya.

Selain itu, DPR Aceh juga mendorong pemprov untuk memenuhi kebutuhan bahan habis pakai yang diperlukan ketika uji sampel swab di Balai Litbangkes Aceh, agar proses pemeriksaan swab bisa kembali dilakukan, tidak lumpuh seperti sekarang karena kehabisan bahan pendukung saat uji swab.

Kemudian, lanjut dia, pihaknya juga meminta laboratorium tes swab di Aceh tidak hanya mengandalkan Balai Litbangkes Aceh dan Laboratorium Penyakit Infeksi Fakultas Kedokteran Universitas Syiah Kuala (Unsyia), tetapi harus diperbanyak dengan test swab portable.

“Untuk mempercepat dan mempermudah proses hasil swab cepat keluar, dan cepat diketahui siapa saja yang terinfeksi untuk ditracing. Mampulah, karena ada Rp1,7 triliun dana refocusing, masak tidak mampu,” ujarnya lagi. (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
InternasionalNews

Sosok Perempuan Indonesia Dibalik Panggung Megah Penutupan Piala Dunia 2026

POPULARITAS.COM – Momen penutupan (closing ceremony) Piala Dunia 2026 di New York-New Jersey, Senin...

HukumNews

KPK Bakal Buka Penyidikan Baru Kembangkan Penerimaan Amplop Menhut Raja Juli

POPULARITAS.COM – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) membuka peluang mengembangkan penyidikan terkait dugaan...

NewsTeknologi

Prabowo Targetkan Indonesia Punya Pemerintahan Digital Kelas Dunia

POPULARITAS.COM – Presiden Prabowo Subianto menargetkan Indonesia memiliki pemerintahan digital kelas dunia...

News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

Exit mobile version