Home Headline Pemerintah Aceh Gandeng UMKM Cetak 1 Juta Masker Kain
HeadlineNews

Pemerintah Aceh Gandeng UMKM Cetak 1 Juta Masker Kain

Share
Dokumentasi - Seorang warga bersiap masuk ke dalam apotik yang memasang tulisan "masker kosong". ANTARA FOTO/Oky Lukmansyah/ama.
Share

BANDA ACEH (popularitas.com) – Pemerintah Aceh menggandeng UMKM di Aceh untuk mencetak satu juta masker kain,. Masker itu nantinya akan dibagikan ke warga yang kurang mampu. Upaya ini dilakukan menyahuti anjuran pemerintah pusat agar menggunakan masker untuk mencegah penyebaran Covid-19.

Plt Gubernur Aceh Nova Iriansyah, mengatakan pihaknya sudah menyiapkan skema tentang pembagian masker kain tersebut. Dari UMKM, nantinya Pemerintah Aceh akan membeli dengan harga Rp 8.500 per satu masker kain. Selain memberdayakan UMKM, hal itu juga karena kurangnya ketersedian masker di pasaran.

Menurut Nova, masker kain juga bisa dipergunakan untuk mengantisipasi corona. Sedangkan untuk masker medis, akan dipergunakan untuk tenaga kesehatan yang bertugas merawat pasien corona.

“Kita butuhkan 1 juta lebih masker kain, itu diproduksi oleh UMKM. Nanti kita bagikan ke warga miskin di seluruh Aceh,” kata Nova saat meresmikan Poliklinik Pinere di Banda Aceh, Rabu, 8 April 2020.

Selain masker, pihaknya juga sedang mengupayakan pengadaan tambahan alat rapid test yang akan diperuntukkan bagi masyarakat. Khususnya yang berstatus orang dalam pemantauan (ODP). Apalagi, menjelang bulan ramadhan, diprediksi bakal banyak warga Aceh yang akan pulang kampung.

Rapid test untuk warga, lanjut Nova, agar bisa memetakan jumlah ODP, PDP maupun positif corona di seleluruh Aceh. Hal itu sebagai upaya prefentif untuk memutus mata rantai penyebaran virus corona di Aceh.

“Setengah penduduk Aceh, harus bisa melakukan rapid test agar kita bisa melakukan pemetaan,” ujarnya.

Namun, untuk mendapatkan alat rapid test tidak mudah. Harus melalaui pemesanan dan harus menunggu. Kemudian, pelarut berupa reagen yang digunakan dalam rapid test itu, juga belum di miliki. Pihaknya sudah mengkonfirmasi pelarut tersebut ke Jerman, tapi harus menunggu untuk produksi. [acl]

Reporter: Dani

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

BPK RI beri WTP ke-11 untuk Pemkab Pidie

POPULARITAS.COM – Pemkab Pidie raih opini wajar tanpa pengecualian (WTP) atas  laporan...

Headline

Anggaran jumbo di Dinas PU Pidie jalan ditempat

POPULARITAS.COM – Dinas PU Pidie, di tahun anggaran 2026, miliki pagu Rp91...

News

Terima WTP dari BPK RI, Bupati Abdya : Bukti tata kelola keuangan transparan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Aceh Barat Daya (Abdya) kembali menorehkan prestasi membanggakan...

InternasionalNews

Demo Guru di Meksiko Jelang Piala Dunia: Urusan Kami Lebih Penting dari Sepak Bola

POPULARITAS.COM – Jelang dimulainya Piala Dunia 2026, situasi di ibu kota Meksiko...

Exit mobile version