POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh mulai mematangkan arah pemulihan pascabencana hidrometeorologi dengan menyusun dokumen Rencana Rehabilitasi dan Rekonstruksi (R3P) sebagai pijakan utama.
Sekretaris Daerah Aceh, M Nasir, memimpin langsung rapat lintas SKPA guna memastikan dokumen R3P disusun secara komprehensif, terintegrasi, dan berbasis data, menyusul dampak bencana yang meluas di 18 kabupaten/kota.
“Dokumen R3P ini akan menjadi acuan utama dalam pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana. Oleh karena itu, penyusunannya harus dilakukan secara cermat, terintegrasi, dan berbasis data yang akurat,” kata M Nasir dalam rapat di Ruang Rapat Sekda Aceh pada Rabu, 31 Desember 2025.
Nasir menyampaikan bahwa hingga saat ini Aceh masih berada pada fase Tanggap Darurat II yang akan berakhir pada 8 Januari. Meski rapat kali ini berfokus pada klaster pemulihan. Kemudian, ia menegaskan bahwa penanganan logistik dan pengungsian tetap terus dilakukan secara berkelanjutan.
Lebih lanjut, Nasir juga menjelaskan bahwa bencana hidrometeorologi yang terjadi saat ini merupakan bencana dengan penanganan berskala nasional. Sejalan dengan hal tersebut, penyusunan dokumen R3P menjadi hal penting sebagai dasar koordinasi dan perencanaan lintas sektor.
Sementara itu, Asisten II Sekda Aceh, Zulkifli, menyampaikan bahwa rapat ini juga bertujuan untuk mengatur langkah-langkah strategis guna mempermudah dan mempercepat proses penyusunan dokumen R3P, sehingga dapat diselesaikan sesuai dengan target waktu yang telah ditetapkan.
Plt. Kepala Pelaksana BPBA, Fadmi Ridwan, menambahkan bahwa penyusunan dokumen R3P merupakan pekerjaan besar yang membutuhkan keterlibatan serta kerja sama penuh dari seluruh pihak terkait. Ia menekankan pentingnya komitmen bersama dan pelaksanaan monitoring secara berkelanjutan agar proses penyusunan dokumen berjalan maksimal, tepat waktu, dan benar-benar bermanfaat sebagai dokumen perencanaan pemulihan pasca bencana.
Melalui penyusunan dokumen R3P ini, Pemerintah Aceh berharap pelaksanaan rehabilitasi dan rekonstruksi pasca bencana hidrometeorologi dapat berjalan lebih efektif, terkoordinasi, serta mampu mempercepat pemulihan kehidupan masyarakat dan pembangunan di wilayah terdampak.

Leave a comment