Home Ekonomi Pemerintah Pastikan Mandatori B50 Berlaku Serentak di Semua Sektor Mulai 1 Juli 2026
Ekonomi

Pemerintah Pastikan Mandatori B50 Berlaku Serentak di Semua Sektor Mulai 1 Juli 2026

Share
Pemerintah Pastikan Mandatori B50 Berlaku Serentak di Semua Sektor Mulai 1 Juli 2026
Gambar: Ilustrasi perkebunan sawit dan pabrik pengolahan B50 (AI/ChatGTP)
Share

POPULARITAS.COM, JAKARTA — Pemerintah memastikan kebijakan mandatori B50 atau biodiesel dengan campuran 50 persen bahan bakar nabati akan diberlakukan secara serentak di seluruh sektor mulai 1 Juli 2026. Keputusan ini menandai berakhirnya era B40 dan menjadi tonggak transisi energi nasional.

Direktur Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE) Kementerian ESDM, Eniya Listiani Dewi, menegaskan tidak akan ada lagi penggunaan B40 setelah tanggal tersebut. Penerapan serentak ini dinilai penting untuk memudahkan kesiapan infrastruktur di lapangan.

Dikutip dari rmol.id, Eniya menyampaikan langkah ini di Jakarta pada Rabu, 22 April 2026.

“Mulai (1 Juli), itu untuk semua sektor. Semua sektor tadi (pakai) B50,” tegasnya.

“Jadi, tidak ada yang B40 lagi (mulai 1 Juli). Infrastrukturnya malah kesusahan (kalau campur). Sehingga, mulainya serentak, ya, di semua sektor,” imbuh Eniya.

Uji Jalan Sejak Desember 2025

Saat ini, bahan bakar B50 tengah menjalani serangkaian uji jalan (road test) yang dimulai sejak 9 Desember 2025 dengan melibatkan sembilan unit kendaraan. Evaluasi ini ditargetkan rampung untuk sektor otomotif pada Mei 2026.

Selanjutnya, pengecekan kondisi mesin pasca-penggunaan dijadwalkan selesai pada Juni 2026. Pengujian tidak hanya menyasar kendaraan bermotor, tetapi juga alat berat tambang, mesin pertanian, kereta api, angkutan laut, hingga pembangkit listrik.

Hasil pengujian sementara menunjukkan kualitas B50 telah memenuhi spesifikasi yang ditetapkan pemerintah.

Hemat Devisa hingga Rp157,28 Triliun

Implementasi mandatori B50 diproyeksikan memberi dampak signifikan bagi ketahanan ekonomi nasional. Peningkatan nilai tambah Crude Palm Oil (CPO) diperkirakan mendongkrak efisiensi devisa menjadi Rp157,28 triliun pada 2026, naik dari sebelumnya Rp140 triliun.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyatakan kebijakan ini berpotensi menghemat subsidi negara hingga Rp48 triliun. Airlangga juga memastikan PT Pertamina telah siap menjalankan program tersebut.

Dari sisi lingkungan, penerapan B50 diperkirakan mampu memangkas konsumsi BBM fosil hingga 4 juta kiloliter per tahun.

“Insyaallah sesuai dengan arahan, bisa berlaku 1 Juli,” pungkas Eniya. (hsn)

Sumber: rmol.id

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
EkonomiNews

Harga Emas Antam Hari Ini Turun Tipis Rp 3.000

POPULARITAS.COM – Harga emas Antam produksi PT Aneka Tambang Tbk (Antam) kembali...

EkonomiNews

Beri Edukasi Keuangan, Bank Indonesia Ajak 500 Mahasiswa Aceh

POPULARITAS.COM –  Bank Indonesia memberikan edukasi pengelolaan keuangan kepada 500 mahasiswa dari...

Ekonomi

BYD bangun pabrik di Subang Jawa Barat, targetkan produksi mobil listrik 150 unit per tahun

POPULARITAS.COM – Pabrikan mobil asal Tiongkok, BYD bangun pabrik Kawasan Industri Subang...

EkonomiNews

Pemerintah Aceh Dorong Zakat dan Wakaf Jadi Penggerak Ekonomi Umat

POPULARITAS.COM — Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah Aceh Taufik mendorong zakat, infak,...

Exit mobile version