BANDA ACEH (popularitas.com) – Pemilik kost dan warga di sekitar sudah menjalani isolasi mandiri setelah dua mahasiswa asal Malaysia dinyatakan postif Covid-19 setiba di Kuala Lumpur Jumat (17/4/2020) lalu.
Sebelum kembali ke Malaysia, satu mahasiswa tinggal di Desa Blang Krueng, Kecamatan Baitussalam, Kabupaten Aceh Besar dan Rokuh, Kecamatan Syiah Kuala, Kota Banda Aceh. Semua yang pernah kontak langsung sedang menjalani isolasi mandiri.
Mahasiswa tersebut selama ini sedang kuliah di Universitas Islam Negeri (UIN) Ar Raniry. Selama Covid-19 mulai mewabah hingga ke Aceh, pemerintah Malaysia langsung memulangkan seluruh mahasiswa yang tinggal di Aceh.
Kedua mahasiswa yang dinyatakan postif oleh pemerintah Malaysia merupakan gelombang ketiga pemulangannya. Mereka berangkat menggunakan maskapal Lion Air Kamis (16/4/2020). Sebelum ke Malaysia, mereka sempat terlebih dahulu transit di Bandara Kuala Namu, Sumatera Utara, Medan selama 4 jam.
Mahasiswa yang Positif Tanpa Gejala
Pemilik kost mahasiswa yang tinggal di Blang Krueng, dr Putra mengatakan, mahasiswa yang positif asal Malaysia itu selama pantauannya tanpa gejala Covid-19. Bahkan mereka selama wabah corona mulai menjangkiti Aceh, tidak pernah keluar rumah, kecuali seminggu sekali untuk membeli kebutuhan pokok.
Gelombang pertama dan kedua, setelah menjalani isolasi mandiri di Malaysia, sebut dr Putra, mereka semua dinyatakan negatif Covid-19. Kecuali dua mahasiswa jenis kelamin perempuan tersebut yang dinyatakan positif setelah menjalani pemeriksaan setiba di Malaysia.
“Sebenarnya ada tiga yang positif, satu orang lagi pelancong, bukan mahasiswa. Semua mereka itu tanpa gejala selama di Aceh,” kata dr Putra, Senin (20/4/2020) di Banda Aceh.
Kata dr Putra, pertamanya ia mengatahui anak kost di rumahnya positif melalui media sosial. Setelah itu ia langsung berkomunikasi dengan yang bersangkutan dan membenarkan informasi tersebut.
“Hingga sekarang kami terus berkomunikasi dengan mereka,” jelasnya.
Katanya, setelah terdapat ada yang positif. Sekarang ada 7 orang yang sudah menjalani isolasi mandiri, termasuk satu orang bayi. Termasuk warga yang berada di sekitar kost mahasiswa itu sebanyak 3 orang ikut juga mengisolasi mendiri.
Sementara itu Kepala Puskesmas Baitussalam, dr Astuti Marisa yang mendatani lokasi dan melakukan rapid test mengatakan, nantinya semua mereka harus menjalani isolasi mandiri selama 14 hari.
“Tentunya dengan pantauan dan dulungan lingkungan sekitar,” kata dr Astuti Marisa.
Kata Astuti, yang paling berperan aktif untuk membantu warga yang melakukan isolasi mandiri adalah kepada desa setempat. Agar mereka terbantukan untuk menyuplai kebutuhan pokok, karena selama isolasi mereka tidak dibolehkan keluar dari rumah.
“Pak keuchik (kepala desa) sangat berperan. Tolong juga memfasilitasi warga itu, termasuk untuk memenuhi kebutuhannya, karena mereka tidak boleh keluar rumah,” tukasnya.
Dr Astuti mengaku, agar hasilnya pasti, alangkah lebih baik semua yang sedang melakukan isolasi mandiri itu melakukan uji swab. “Kita sarankan lebih ke swab ya, biar hasilnya pasti,” tutupnya.[acl]

Leave a comment