POPULARITAS.COM – Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, mengaku daerah setempat mengalami keterbatasan anggaran dalam upaya proses pemulihan endapan banjir bandang di kawasan pemukiman penduduk setempat.
Dampak dari minimnya anggaran tersebut sambung Hasan Basri, membuat pemerintah Pidie Jaya melakukan proses pemulihan lumpur-lumpur disesuaikan dengan kemampuan.
“Digerakan pelan-pelan (pembersihan endapan). Di kita (Pidie Jaya) anggaran memang tidak ada. Sangat kecil anggaran tersedia,” kata Wabup Pidie Jaya, Hasan Basri dalam keterangannya kepada popularitas.com, Sabtu (7/2/2026).
Bekas Wakil Ketua DPRK setempat itu bahkan merincin anggaran yang tersedia untuk penanganan pasca bencana hanya bersumber bantuan pusat Rp 4 miliar, bantuan Provinsi Aceh Rp 1 miliar lebih serta bantuan dari provinsi dan kabupaten kota lain di Indonesia.
Anggaran-anggaran tersebut yang selama tanggap darurat digunakan untuk berbagai pekerjaan pasca bencana. “Hanya itu uang selama ini,” ungkap Hasan.
Sejatinya, anggaran yang tersedia sangatlah tidaklah memadai untuk melakukan berbagai pekerjaan proses pemulihan pasca banjir bandang.
Dengan nada pasrah, Hasan menyebutkan mau bagaimana lagi, sumber anggaran lain pun belum nampak hilalnya.
“Ya digerakan dulu sebisanya aja. Maksudnya, kita (Pemkab) kerja yang kerja dulu pelan-pelan. Kalau sekaligus mana mungkin. Dan mudah-mudahan bisa teratasi alah,” ujarnya.

Leave a comment