Home News Pemuda Aceh Singkil Dilatih Manajemen Pengelolaan Ekowisata
News

Pemuda Aceh Singkil Dilatih Manajemen Pengelolaan Ekowisata

Share
Peserta mengikuti pelatihan manajemen pengelolaan ekowisata di Aceh Singkil, Selasa (24/12/2019). (ANTARA/HO)
Share

SINGKIL (popularitas.com) – Tim Pengelolaan Kegiatan Kemitraan (TPKK) Desa Gosong Telaga Selatan Aceh Singkil bersama Inkubator CV Barqun Travel & Tour memberi pelatihan manajemen pengelolaan ekowisata kepada pemuda desa setempat dalam upaya meningkatkan perekonomian.

Ketua TPKK Gosong Telaga Selatan Jefri Rahwadi mengatakan kegiatan itu memberi pembekalan pemuda tentang pengelolaan ekowisata, pelayanan dan keamanan ekowisata, pengelolaan kuliner, serta pengolahan souvenir.

Ia berharap pelatihan itu bisa menjadi pelajaran dan pengetahuan yang kedepannya dapat dijalankan oleh anak-anak muda pengelola ekowisata bakau (mangrove) yang terdapat di Desa Gosong Telaga Selatan.

“Ini kesempatan yang tidak boleh kita sia-siakan, sebab lebih kurang 150 desa seluruh Indonesia, dan desa Gosong Telaga Selatan masuk sebagai penerima bantuan Program Inkubasi dan Inovasi dari Kementrian Pedesaan dan Daerah Tertinggal,” katanya saat dihubungi dari Banda Aceh, Selasa, 24 Desember 2019.

Kegiatan itu berlangsung sejak 23-26 Desember 2019 di gedung aula Desa Gosong Telaga Selatan, dan peserta pelatihan itu diikuti sebanyak 43 orang anak muda desa setempat.

Lebih lanjut, pelatihan ekowisata tersebut diisi oleh pemateri yang selama ini telah bergelut dengan dunia kepariwisataan di Aceh, khususnya Aceh Singkil. Seperti Rahmad Hidayat Munandar, Nur Aini Sinaga, Cut Zuhra Ulviyana, dan Fandi.

Disamping memberi materi para peserta juga diajak langsung mempraktekkan pengelolaan kawasan wisata mangrove, termasuk pemberdayaan pemuda desa dalam mengelola sovenir lokal yang punya nilai jual lebih.

Kepala Desa Gosong Telaga Selatan Tahrim mengapresiasi kegiatan yang dilakukan TPKK desa setempat dalam memberdayakan pemuda untuk mengembangan kewirausahaan, dalam mengelola potensi daerah.

“Kita punya hutan mangrove, punya adat-istiadat kampung yang bisa menarik wisatawan datang kemari. Namun yang paling penting kita harus menunjukkan keramah-tamahan dan kebersihan desa kepada wisatawan,” katanya.* (ANT)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Wagub Aceh Minta Unsur Daerah Masuk Struktur Desk Koordinasi Aceh

POPULARITAS.COM — Wakil Gubernur Aceh Fadhlullah (Dek Fadh) meminta pemerintah pusat melibatkan...

News

Usai Sertijab, Purbaya Sebut Tak Mau Jadi Pejabat Lagi, dan Pilih Santai Mancing Ikan

POPULARITAS.COM – Purbaya Yudhi Sadewa mengaku tidak tertarik kembali menjadi pejabat negara...

News

Walau Dikepung El Nino, Mualem Tetap Ingatkan Potensi Bencana di Aceh pada  Musim Hujan

POPULARITAS.COM – Gubernur Aceh, Muzakir Manaf (Mualem), prihatin terhadap musibah banjir dan...

News

BKKBN Perwakilan Aceh Sampaikan Perubahan Nomenklatur Kelembagaan kepada Pemerintah Aceh

POPULARITAS.COM – Plt. Sekretaris Daerah (Sekda) Aceh, Taufik, menerima silaturahmi Kepala Perwakilan...

Exit mobile version