POPULARITAS.COM – Perhimpunan Indonesia Tionghoa (INTI) wilayah Aceh, gelar panen raya padi di Gampong Teureubu, Kota Jantho, Aceh Besar. Acara itu berlangsung, Rabu (8/4/2026). Langkah tersebut, bagian dari kontribusi organisasi itu dulung kemandirian pangan di Aceh dan secara nasional.
Panen raya padi tersebut, dihadiri langsung oleh Ketua Perhimpunan INTI Aceh, Azmi Abubakar. Ikut juga sejumlah pejabat dari Pemkab Aceh Besar, dan unsur TNI dan Polri di kabupaten tersebut.
Lewat sambutannya saat panen raya itu, Ketua Perhimpunan INTI Aceh, Azmi Abubakar, organisasi yang ia pimpin saat ini, selalu ingin beri kontribusi bagi rakyat, nusa, dan bangsa.
Panen raya kali ini, bagian dari dukungan INTI untuk bangsa Indonesia dukung ketahanan pangan, tambahnya. Masih kata Azmi, organisasinya sendiri, telah lama berkiprah di Aceh, bahkan telah aktif sejak pemulihan pascabencana usai tsunami 2004.
“Nah, kehadiran INTI di sektor pertanian, bagian dari wujud nyata organisasi dukung program ketahanan pangan,” katanya.
Lebih lanjut, Azmi juga mengajak agar lebih banyak lagi kolaborasi yang dibangun dengan berbagai pemangku kepentingan di Aceh ke depannya. Ia menekankan bahwa seluruh pergerakan organisasi dan program yang dijalankan oleh INTI, termasuk pembinaan petani, murni bergerak dari sumbangan dan semangat gotong royong para anggota perhimpunan.
Sementara itu, Asisten II Sekdakab Aceh Besar H.M. Ali, yang hadir mewakili Bupati, mengapresiasi langkah konkret pendampingan yang dilakukan oleh INTI. Ia memaparkan bahwa Kabupaten Aceh Besar memiliki potensi agraris yang sangat memadai dengan total luas lahan persawahan yang kini mencapai 21.000 hektare.
M. Ali secara khusus menyoroti pencapaian luar biasa dari lahan binaan INTI, di mana tingkat produksi gabahnya berhasil menembus angka 10 hingga 11 ton per hektare. Angka provitas (produktivitas) ini dinilai sangat impresif dan membuktikan bahwa pendampingan pertanian yang terukur mampu melipatgandakan hasil panen petani.
“Saat ini, masalah perbaikan irigasi terus kami tingkatkan agar para petani dapat optimal melakukan dua kali panen dalam setahun. Aceh Besar memiliki potensi besar sebagai lumbung pangan bagi Aceh maupun nasional, sehingga kami sangat berharap INTI dapat terus melanjutkan program pendampingan ini ke depan,” tutur M. Ali.
Di sisi lain, Kepala Bidang Hortikultura Dinas Pertanian Aceh, Khairil Anwar, yang hadir membacakan amanat pemerintah provinsi, memberikan apresiasi khusus kepada para penyuluh pertanian di Kabupaten Aceh Besar atas dedikasi mereka di lapangan.
Khairil menegaskan bahwa target kemandirian pangan perlu terus digenjot di seluruh wilayah Aceh, yang mana hal ini sejalan dengan program strategis pemerintah pusat. “Provitas lahan mutlak perlu ditingkatkan. Pada ujungnya, hal ini semata-mata ditujukan untuk meningkatkan kesejahteraan dan perekonomian keluarga petani kita,” tegasnya.
Ia juga memaparkan bahwa Kabupaten Aceh Besar, bersama dengan Kabupaten Pidie dan Aceh Utara, saat ini bertindak sebagai sentra utama produksi beras sekaligus penopang utama ketahanan pangan Aceh.
Menurutnya, kelonjakan tingkat produksi yang dicapai oleh para petani sangat ditunjang oleh kehadiran aktif para penyuluh yang berperan penting dalam memberikan edukasi di lapangan.

Leave a comment