Home Kesehatan Perilaku seks bebas, 88 warga Lhokseumawe positif HIV/AIDS
KesehatanNews

Perilaku seks bebas, 88 warga Lhokseumawe positif HIV/AIDS

Share
441 kasus HIV/AIDS di Banda Aceh, DPRK : ini masalah serius
Ilustrasi.
Share

POPULARITAS.COM – Kepala Dinas Kesehatan Kota Lhokseumawe, Safwaliza mengatakan, saat ini, dari data yang tercatat pada pihaknya, sebanyak 88 warga di daerah itu terinfeksi positif HIV/AIDS. Dari total jumlah itu, umumnya penyebab yang mendominasi adalah perilaku seks bebas.

Hal tersebut diutarakan Kadis Kesehatan Kota Lhokseumawe Safwaliza, dalam keterangannya, Jumat (2/12/2022) kepada Antara.

“Total ada 88 kasus, yang dominan penyebab penularannya perilaku seks bebas,” tukasnya.

Safwaliza mengatakan terjadi peningkatan delapan kasus pada 2022. Sedangkan kasus positif HIV/AIDS di Kota Lhokseumawe pada 2021 sebanyak 80 kasus.

Selain seks bebas, kata Safwaliza, penularan virus HIV/AIDS di kota yang berjuluk petro dolar tersebut juga disebabkan oleh homo seks. Selanjutnya penularan terjadi melalui jarum suntik bagi pengguna narkotika.

“Dari data yang kami himpun menunjukkan bahwa jumlah penderita HIV/AIDS didominasi usia 14 hingga 45 tahun yang masuk kategori usia produktif,” kata Safwaliza.

Safwaliza menyebutkan angka tersebut masih mungkin bisa bertambah, mengingat masih ada warga menutupi dan tidak mau melaporkan telah mengidap penyakit menular yang mematikan tersebut.

Safwaliza mengatakan, human immunodeficiency virus (HIV) merupakan virus berbahaya yang dapat menyerang sistem kekebalan tubuh sehingga penderita akan rentan diserang penyakit.

Apalagi penyakit HIV tidak ditangani dengan baik maka virus tersebut akan cepat berkembang sehingga menjadi acquired immune deficiency syndrome (AIDS), kata Safwaliza.

“Kalau AIDS merupakan tahap akhir dari infeksi HIV, gejala tersebut muncul saat infeksi HIV sudah dalam stadium akhir atau sangat parah,” kata Safwaliza menyebutkan.

Safwaliza menambahkan untuk menekan angka kasus HIV/AIDS tersebut, tidak bisa dilakukan setengah-setengah. Semua unsur, baik pemerintah daerah maupun masyarakat harus ikut terlibat.

Oleh karena Safwaliza mengajak masyarakat untuk aktif memerangi HIV/AIDS, minimal pada lingkungan keluarga dan juga masyarakat mengenali virus mematikan tersebut dengan benar, baik cara-cara penyebaran maupun pencegahan.

“Kami tekankan kepada masyarakat harus menghindari penyakitnya bukan penderitanya. Begitu juga dengan yang mengidap HIV-AIDS agar segera melaporkan ke petugas kesehatan untuk mendapatkan penanganan lebih lanjut,” kata Safwaliza.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
News

Mendagri Prihatin dengan OTT Kepala Daerah, Padahal Sudah Ikut Retret

POPULARITAS.COM – Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tito Karnavian mengaku prihatin dengan fenomena...

NewsSosial dan Budaya

Kolaborasi Pemerintah Aceh, BPMA, dan Medco Tanam 1.000 Mangrove

POPULARITAS.COM – Pemerintah Aceh bersama Badan Pengelola Migas Aceh (BPMA) serta industri...

News

Samsat Banda Aceh : Seluruh Pelayanan Resmi Pajak  Dipastikan Gratis, Jangan Pakai Calo!

POPULARITAS.COM – Kepala Samsat Banda Aceh, Rahmat Syahreza, mengimbau seluruh masyarakat agar...

News

Bongkar Pasang Kepala SKPK Pidie oleh Sarjani

POPULARITAS.COM – Bupati Pidie, Sarjani Abdullah, merombak sejumlah Kepala Satuan Kerja Perangkat...

Exit mobile version