Home Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Permata Tersembunyi Air Terjun Kolam Biru Rerebe di Gayo Lues
Dinas Kebudayaan dan Pariwisata AcehFeatureHeadlineWisata

Permata Tersembunyi Air Terjun Kolam Biru Rerebe di Gayo Lues

Share
Lokasi Air Terjun Kolam Biru Rerebe di Gayo Lues. FOTO : popularitas.com/Rahmat Saputra
Share

POPULARITAS.COM – Butuh waktu capai lokasi ini. Jaraknya juga lumayan melelahkan untuk mencapainya. Ya, kira-kira 50 kilometer dari Kota Blangkejeren, ibu kota Gayoe Lues. Air Terjun Kolam Biru Rerebe, begitu warga sempat menyebut lokasi tersebut. Letaknya agak tersembunyi ditengah hutan.

Meski menuju lokasi butuh perjuangan dan waktu, namun kala tiba di tempat itu, suguhan gemercik air terjun yang jatuh dari tebing hijau dan aroma oksigen yang kental, seluruh rasa lelah terbayarkan. 

Lokasi yang kaya oksigen, seolah memompa darah lebih cepat dan seketika menghilangkan rasa lelah. Segar, dingin dan seluruh bentang alam di lokasi itu membuat tubuh kembali jadi segar.

Air Terjun Kolam Biru Rerebe memang memukau. Disebut Rerebe, karna memang lokasinya berada di Desa Rerebe Gayo Lues. Jika wisatawan menuju tempat ini, setidaknya butuh tiga jam perjalanan darat dari pusat kota.

Menuju lokasi juga tidak mudah, jalan berliku dan masih berbatu. Namun saat menyusuri jalan-jalan ke tempat itu, wisatawan disuguhkan pemandangan alam serta kampung-kampung permukiman yang masih asri.

Dari sinilah perjalanan panjang menuju ‘permata biru’ di pedalaman Gayo Lues itu dimulai menembus kabut, menantang jalan sempit, dan disambut keindahan alam yang sepadan dengan perjuangan mencapainya.

Udara dingin menampar lembut wajah, kabut tipis menari di antara pepohonan, dan jalan berliku menanjak perlahan membawa rombongan meninggalkan dataran pesisir Abdya menuju negeri berkabut di ketinggian.

Perjalanan dimulai dari Blangpidie sekitar pukul tujuh pagi. Asap kopi dari warung pinggir jalan perlahan tertinggal di belakang, digantikan aroma tanah lembap dan udara pegunungan yang segar.

 Jalur Abdya–Babahrot–Terangun–Blangkejeren terbentang seperti ular raksasa, meliuk di antara bukit dan lembah hijau.

Jalan beraspal mulus tiba-tiba berubah menjadi tanjakan curam, penuh bebatuan dan tanah merah yang masih basah diguyur hujan semalam.

 Di setiap tikungan tajam, adrenalin seolah diuji, menuntut kewaspadaan tanpa jeda.

Kiri kanan jalan dipenuhi pohon besar yang menaungi jalur sempit. Sesekali rumah penduduk muncul di antara rimbun pepohonan, seolah berdiri di antara sunyi dan langit.

Sekitar satu jam perjalanan, rombongan tiba di tugu perbatasan Aceh Barat Daya dan Gayo Lues. Kabut mulai turun, menutup lembah di bawah sana. Di depan tulisan besar “Selamat Datang di Kabupaten Gayo Lues”, menandakan lokasi yang ditujuh tak jauh lagi, dan siap siap  menembus awan ‘Negeri Seribu Bukit’.

Pegunungan dan pohon-pohon masih banyak yang terlihat di sepanjang jalan, termasuk di pusat kota.

Tikungan demi tikungan menghadirkan pemandangan yang membuat lelah tak terasa. 

Di satu sisi, tebing tinggi menjulang di sisi lain, jurang dalam terbentang dengan sungai kecil berkelok, pohon serai yang ditanam masyarakat, pasca dialihkan dari hutan belantara membuat mata takjub menyaksikan luasnya bentangan dataran Gayoe Lues.

Tiba di kawasan ini, asap motor dan bau kampas rem pun, seketika hilang, berganti dengan udara dingin yang menusuk sambil menatap kabut yang menari di antara lereng bukit. 

Para wisatawan lokal saat berfoto di lokasi air terjun Rerebe. FOTO : popularitas.com/Rahmat

Di momen-momen seperti itu, hening terasa indah seolah gunung sedang berbicara dalam bahasa yang hanya dimengerti oleh mereka yang datang dengan hati lapang.

Di balik pepohonan pinus dan pohon liar besar, pemandangan itu akhirnya muncul. 

Wisata air yang dikelola Dinas Pariwisata Gayo Lues ini juga menyediakan kolam renang untuk anak-anak, sehinggga cocok untuk wisata keluarga.

Air jernih menjulang dari dinding batu berlumut, jatuh deras membentuk tirai putih yang berkilau diterpa sinar matahari. Suaranya menggema, menembus hutan, menghadirkan sensasi damai yang sulit dijelaskan dengan kata.

Airnya dingin menggigit, namun seketika menghapus semua penat “Semua terbayar lunas,” seru Agan sambil tertawa lepas di antara gemericik air.

Setelah puas bermain air, rombongan menepi ke pondok kayu di pinggir sungai. 

Satu per satu bekal, spertti nasi hangat, ikan goreng, sambal teri, dan sambal janda dengan aroma terasi khas yang menggoda selera.

Hitungan detik, sambal janda itu ludes diserbu menjadi penanda betapa nikmatnya cita rasa kampung halaman di tengah dinginnya pegunungan Gayo Lues.

“Makan di warung mahal pun kalah sama ini,” kata Sahar sambil menikmati nasi dan sambal janda yang pedasnya pas di lidah.

Udara dingin pegunungan berpadu dengan pedas sambal, membuat suasana semakin hangat. Tawa pecah di antara kabut, menciptakan kebersamaan yang sederhana namun membekas lama.

Bagi siapa pun yang ingin merasakan sejuknya udara dan pesona alami Rerebe, waktu terbaik untuk berkunjung adalah pada pagi hingga siang hari. Sebaiknya hindari musim hujan, karena jalur menuju lokasi bisa licin dan menantang.

Andai Rerebe mendapat sentuhan tangan-tangan kreatif dari pemerintah maupun pelaku wisata, bukan mustahil tempat ini akan menjelma menjadi permata baru di hamparan pegunungan Leuser. 

Dengan tambahan fasilitas sederhana seperti area berswafoto di beberapa titik menarik, Rerebe bisa menjadi destinasi favorit wisatawan lokal, nasional, bahkan mancanegara.

Namun di balik keterbatasannya, Rerebe menyimpan keteduhan yang sulit digantikan.

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
Headline

Anggaran jumbo di Dinas PU Pidie jalan ditempat

POPULARITAS.COM – Dinas PU Pidie, di tahun anggaran 2026, miliki pagu Rp91...

HeadlineSepakbola

Drama adu penalti, PSG Kampiun Liga Champions 2025/2026

POPULARITAS.COM – Laga final Liga Champions 2025/2026, berlangsung dramatis. Pertandingan yang digelar...

NewsWisata

Asyik! Wisatawan RI Bebas Visa Masuk Korea Selatan

POPULARITAS.COM – Pemerintah Korea Selatan mulai memberlakukan program bebas visa sementara bagi...

FeatureHeadline

Lebaran iduladha di Rumah Singgah BFLF

POPULARITAS.COM – Momen merayakan lebaran iduladha bersama keluarga, tentu impian dan keinginan...

Exit mobile version