POPULARITAS.COM – Pemerintah Kabupaten Pidie, mulai mengembangkan wisata alam pendakian Gunung Peut Sagoe, dengan menciptakan rute pendakian resmi untuk wisata.
Kepala Dinas Pariwisata,Pemuda dan Olahraga (Kadisparpora) Kabupaten Pidie, Edy Saputra, mengatakan, kini pihaknya tengah melakukan perjalanan pendakian untuk mendata jalur resmi untuk wisata. Pendataan dilakukan oleh Tim Ekspedisi yang sudah ditunjuk.
“ Ada sembilan personel tim ekspedisi yang mendaki Gunung Peut Sagoe, di Gampong Pucok, Kecamatan Geumpang, Pidie, setinggi 2.424 Meter di Atas Permukaan Laut (Mdpl). Nantinya, dalam ekspedisi tersebut mereka bakal mendata jalur resmi wisata pendakian Gunung Peut Sagoe sekaligus mengibarkan bendera Merah Putih,” jelas Edy Saputra, kepada Popularitas.com, Sabtu (18/10/2025).
Tim diperkiarakan akan menempuh perjalanan selama 10 hari, jika menempuh jalur melalui Gampong Pucok. Sementara jika melalui Gampong Blang Dalam, Kecamatan Mane, tim akan menghabiskan waktu perjalanan mencapai 9 -12 hari.
Tim ekspedisi pendakian Gunung Peut Sagoe tersebut terdiri dari Fitriani sebagai ketua, Fakhrurreza sebagai navigator, Indah Zahratul Faiza selaku co-navigator, Murizal sebagai jejaker, Riski Saputra dan Rizal Rifky sebagai leader pembuka jalur, serta Yasir Fikram sebagai medis.
Edy mengatakan, tim ekspedisi yang terdiri dari enam pria dan tiga wanita tersebut akan mengemban tugas mengibarkan bendera merah putih di Puncak Apui dalam rangka peringatan Hari Sumpah Pemuda 2025.
Edy mengatakan output dari ekspedisi kali ini, Pemerintah Pidie akan meresmikan jalur wisata alam Gunung Peut Sagoe. Diharapkan para wisatawan akan dapat menggunakan jalur resmi tersebut jika ingin berkunjung ke Peut Sagoe.
“Kami ingin semua kalangan, baik wisatawan domestik dan mancanegara, dapat berkunjung ke Pidie. Peut Sagoe, diharapkan dapat menjadi ikon utama wisata pertualangan di Pidie, setelah arung jeram di Mane,” ujarnya.
Kegiatan ini merupakan kerjasama stake holder pemuda dan kepariwisataan dengan Pemerintah Kabupaten Pidie. Dengan tujuan utama memeriahkan peringatan hari sumpah pemuda dan pengembangan pariwisata alam di Pidie.
Dia berharap pemuda Pidie memiliki jiwa yang kuat dan kreatif dalam menghadapi kemajuan dunia wisata saat ini. Pihaknya juga siap mendukung karya pemuda Pidie yang siap bersinergi dengan visi misi pemerintah.

Mengenal Sekilas Peut Sagoe
Gunung Apui Peut Sagoe merupakan salah satu gunung berapi paling aktif di Aceh. Gunung ini meletus pertama sekali pada September 1919 dan mengeluarkan asap tinggi di bulan Mei 1920
Mengapa disebut Peut Sagoe? Itu disebabkan, gunung ini memiliki empat puncak. Di antara empat puncak itu hanya tiga yang sudah diberi nama. Yakni Puncak Tutung, Puncak Bukulah, dan Puncak Peut Sagoe.
Gunung Peut Sagoe termasuk dalam kawasan ekosistem Ulu Masen, yang mencakup 6 (enam) wilayah Kabupaten, Bireuen, Pidie Jaya, Pidie, Aceh Besar, Aceh Jaya dan Aceh Barat. Luas kawasan Ulu Masen sekitar 750.000 ha, dengan gunung Peut Sagoe sebagai puncak yang tertinggi yakni 2.780 meter.
Bagi para pecinta wisata alam dan pendakian, Gunung Peut Sagoe menawarkan tantangan tersendiri. Selain keindahan alam yang menakjubkan, pendaki dapat menikmati pemandangan spektakuler dari puncak gunung yang menghadap ke berbagai arah.
Hutan yang lebat dan alam yang masih asri menjadi daya tarik utama bagi para petualang yang ingin menikmati keindahan dan ketenangan alam Aceh. Wisata Gunung Peut Sagoe juga menjadi salah satu daya tarik wisata di Kabupaten Pidie, terutama bagi mereka yang menyukai tantangan mendaki gunung berapi.
Gunung Peut Sagoe termasuk dalam jenis gunung berapi kerucut atau stratovolcano, mirip dengan beberapa gunung terkenal di Indonesia. Seperti Gunung Kerinci di Jambi dan Gunung Merapi di Jawa Tengah.
Meskipun banyak gunung berapi di Indonesia yang telah dinyatakan non-aktif, Gunung Peut Sagoe masih aktif hingga kini. Peut Sagoe juga tercatat salah satu gunung berapi aktif di Aceh, selain gunung Seulawah Agam (Aceh Besar), Geureudong (Bener Meriah), Burni Telong (Bener Meriah), Jaboi (Sabang) dan Leuser (Aceh Tenggara).
Rute di sekitar kawasan gunung Peut Sagoe pernah dijadikan oleh kolonial Belanda sebagai jalur untuk memasuki dataran tinggi di Aceh, serta “pintu” menuju wilayah Barat ke Selatan Aceh. Sampai sekarang, gunung Peut Sague tetap menjadi magnet bagi para penjelajah maupun peneliti.
Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh Dedy Yuswadi menambahkan, pihaknya terus melakukan kerja sama dengan berbagai kabupaten dan kota dalam hal pengembangan pariwisata unggulan di tiap daerah. Nah, salah satu yang saat ini akan dikerja samakan yakni pengelolaan wisata alam gunung peut sagoe.
Leave a comment