Home Hukum Polisi autopsi dua korban tragedi Kanjuruhan
HukumNews

Polisi autopsi dua korban tragedi Kanjuruhan

Share
Polisi autopsi dua korban tragedi Kanjuruhan
Petugas medis memindahkan jenazah korban kerusuhan Stadion Kanjuruhan di RSUD Saiful Anwar, Kota Malang, Jawa Timur, Minggu (2/10/2022). (ANTARA FOTO/R D Putra/Zk/hp)
Share

POPULARITAS.COM – Pihak kepolisian dijadwalkan melakukan autopsi terhadap dua korban meninggal dunia dalam tragedi yang terjadi di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Jawa Timur, pada Sabtu (1/10/2022).

Direktur Tindak Pidana Umum (Dirtipidum) Breskrim Polri Brigjen Pol. Andi Rianto Djajadi di Stadion Kanjuruhan, Malang, Kamis mengatakan autopsi terhadap dua korban tersebut dilakukan atas permintaan pihak keluarga.

“Mungkin pekan depan (dilakukan autopsi). Permintaan orang tua korban,” kata Andi.

Dia menjelaskan saat ini pihak kepolisian masih melakukan pendalaman olah tempat kejadian perkara (TKP) untuk mendapatkan fakta-fakta penting terkait tragedi yang menyebabkan 132 orang meninggal dunia tersebut.

Menurut Andi, tim Automatic Finger Print Identification System (Inafis) Polri melakukan pendalaman pada sejumlah titik yang menjadi tempat jatuhnya banyak korban dalam kejadian tersebut.

“Melakukan pengecekan, kami mendampingi tim Inafis. Mengecek pintu-pintu atau gate. Belum masuk pra-rekonstruksi,” tambahnya.

Terkait potensi tersangka baru dalam kasus tragedi Kanjuruhan tersebut, Andi mengatakan Polri masih belum bisa membeberkan secara rinci.

Namun, Kapolri Jenderal Pol. Listyo Sigit Prabowo sebelumnya mengatakan masih ada kemungkinan muncul tersangka baru dalam tragedi usai laga pertandingan sepak bola antara Arema FC dan Persebaya Surabaya itu.

“Potensi tersangka baru mudah-mudahan saja,” ujar Andi.

Usai pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dengan skor akhir 2-3 di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10), sejumlah suporter turun dan masuk ke dalam area lapangan dan terjadi kericuhan.

Kericuhan semakin membesar dimana sejumlah flare dan benda-benda lainnya saling dilemparkan oleh suporter yang ada di Stadion Kanjuruhan. Petugas keamanan gabungan dari Polri dan TNI berusaha menghalau para suporter tersebut dengan akhirnya menggunakan gas air mata.

Akibat kejadian itu, sebanyak 132 orang dilaporkan meninggal dunia akibat patah tulang, trauma di kepala dan leher, serta menderita asfiksia atau kadar oksigen dalam tubuh berkurang. Selain itu, dilaporkan juga ada ratusan orang mengalami luka ringan dan luka berat. (ant)

Share

Leave a comment

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *


Tulisan Terkait
KesehatanNews

Menkes Anjurkan Makan 2 Telur Rebus Saat Sarapan, Apa Manfaatnya?

POPULARITAS.COM – Menjaga daya tahan tubuh tetap prima menjadi hal yang krusial...

InternasionalNews

Kenapa Warga Eropa Mayoritas Tak Punya AC?

POPULARITAS.COM – Gelombang panas ekstrem yang semakin sering melanda Eropa mulai mengubah...

News

Hujan Deras Sebabkan Longsor di Sabang

POPULARITAS.COM – Bencana longsor terjadi di Kota Sabang pada Sabtu (27/6/2026) pukul...

EkonomiNews

Harga Emas Berpotensi Tertekan hingga Akhir 2026 karena Obligasi AS

POPULARITAS.COM – Prospek harga emas diperkirakan masih menghadapi tekanan hingga akhir 2026...

Exit mobile version